Home › Kota Bengkulu › Hadapi Kemarau Ekstrem, Wawakot Ronny Tobing Pantau Kesiaga Daruratan Karhutla

Hadapi Kemarau Ekstrem, Wawakot Ronny Tobing Pantau Kesiaga Daruratan Karhutla

REALITAPOST.COM, BENGKULU – Menghadapi potensi eskalasi titik api akibat fenomena cuaca kering pada puncak musim kemarau, Pemerintah Kota Bengkulu memperkuat langkah preventif penanganan bencana.Wakil Wali Kota Bengkulu, Ronny PL Tobing, mengikuti Apel Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang digelar di Lapangan Anton Sujarwo, Polda Bengkulu, Jumat (31/7/2026).

Apel Tanggap Darurat Bencana Karhutla tersebut dilaksanakan sebagai langkah antisipatif menghadapi ancaman kekeringan ekstrem pada puncak musim kemarau yang diprediksi akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh personel, sarana, dan prasarana penanggulangan bencana agar dapat digerakkan secara cepat, tepat, dan terpadu saat kejadian darurat.

Langkah taktis ini diambil menyusul penetapan status siaga darurat bencana di sejumlah wilayah rawan kebakaran di Indonesia. Pemerintah bersama TNI-Polri dan instansi terkait berupaya memastikan tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan yang dapat menimbulkan bencana kabut asap.

Dalam apel tersebut, dilakukan pengecekan langsung kesiapan personel, armada pemadam, hingga peralatan taktis lapangan. Mulai dari kendaraan water canon, mobil pemadam, mesin pompa portable, hingga perlengkapan pelindung diri personel diperiksa satu per satu.Fokus utama dari kesiapsiagaan kali ini adalah memperkuat mitigasi dini dan kolaborasi lintas sektor. Wakil Wali Kota Bengkulu, Ronny PL Tobing menegaskan pentingnya sinergi tanpa ego sektoral dalam penanganan bencana.

“Kita harus siap sejak dini. Penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan satu instansi saja, harus kolaborasi lintas sektor. Kesiapan personel dan peralatan hari ini menjadi kunci agar kita bisa bergerak cepat jika terjadi kebakaran,” ujar Ronny di sela-sela apel.

Ia juga mengimbau masyarakat Kota Bengkulu untuk tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan selama musim kemarau, serta segera melaporkan jika menemukan titik api di wilayah masing-masing.Dengan apel siaga ini, diharapkan seluruh stakeholder di Provinsi Bengkulu, khususnya Kota Bengkulu, memiliki kesamaan visi dan kesiapan maksimal dalam menghadapi ancaman Karhutla di puncak musim kemarau tahun ini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *