REALITAPOST.COM, BENGKULU – Pemerintah Provinsi Bengkulu akhirnya angkat bicara terkait potongan pernyataan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan yang viral di media dan media sosial soal kondisi Bahan Bakar Minyak (BBM).Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Bengkulu, Dr. Hj. Nelly Alesa, S.IP., S.KM., M.Si., menegaskan bahwa informasi yang beredar perlu dilihat secara utuh dan tidak sepotong-sepotong.
Menurut Nelly, dalam wawancara tersebut Gubernur Helmi Hasan mendapat dua pertanyaan berbeda dari wartawan. Pertanyaan pertama menyangkut isu BBM, sementara pertanyaan kedua berkaitan dengan kondisi musibah abu vulkanik yang melanda dan musik yang terjadi.Ia menjelaskan, jawaban Gubernur mengenai agenda doa bersama lintas agama adalah jawaban atas pertanyaan soal musibah, bukan jawaban mengenai kelangkaan BBM.
“Jadi konteksnya harus dilihat secara utuh. Ada pertanyaan mengenai BBM dan ada pula pertanyaan mengenai musibah abu vulkanik,” kata Nelly dalam keterangan resminya, Rabu (17/9).
Nelly menyebutkan, potongan video wawancara yang beredar luas telah menimbulkan pemahaman berbeda di tengah masyarakat. Hal itu memicu kesalahpahaman seolah-olah ajakan doa bersama tersebut terkait dengan kelangkaan BBM di Bengkulu.Ia meluruskan, pembahasan mengenai doa bersama muncul dalam konteks musibah abu vulkanik yang menjadi perhatian masyarakat. Gubernur Helmi Hasan mengajak seluruh masyarakat Bengkulu dari berbagai latar belakang agama untuk bersama-sama memanjatkan doa demi keselamatan daerah.
Rencana doa bersama lintas agama tersebut akan digelar pada tanggal 1 Oktober 2026. Agenda ini diharapkan menjadi momentum kebersamaan agar Indonesia, khususnya Provinsi Bengkulu, senantiasa dalam kondisi aman dan terhindar dari berbagai bencana.“Harapannya seluruh masyarakat Bengkulu bisa bersama-sama mendoakan Indonesia dan Bengkulu agar dalam keadaan baik serta dijauhkan dari bencana,” ujar Nelly.
Nelly menambahkan, kegiatan tersebut juga sejalan dengan visi Bengkulu sebagai daerah religius yang menjunjung tinggi kebersamaan dan toleransi antar umat beragama.Terkait isu BBM yang menjadi kekhawatiran publik, Nelly memastikan bahwa pasokan BBM di Bengkulu dalam kondisi aman dan terkendali.
“Untuk masalah BBM, insyaallah lima hari ke depan tetap berjalan dengan lancar,” jelasnya.Pemprov Bengkulu berharap aktivitas masyarakat, transportasi, dan roda perekonomian tidak terganggu oleh isu yang tidak utuh.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan video atau kutipan yang beredar di media sosial, serta selalu merujuk pada informasi resmi dari pemerintah.“Klarifikasi ini penting agar masyarakat memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai maksud pernyataan Gubernur,” tutupnya.

