Home › Bengkulu › Dosen Fakultas Teknik Unib Lindung Zalbuin Mase Masuk Daftar Ilmuwan Terbaik Dunia

Dosen Fakultas Teknik Unib Lindung Zalbuin Mase Masuk Daftar Ilmuwan Terbaik Dunia

REALITAPOST.COM, BENGKULU — Universitas Bengkulu (Unib) kembali mencatatkan prestasi akademik di tingkat internasional. Dosen Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik (FT) Unib, Prof. Ir. Lindung Zalbuin Mase, M.Eng Asean, Ph.D, IPM, kembali masuk dalam daftar World’s Top 2% Scientist tahun 2026 yang disusun oleh Stanford University bekerja sama dengan penerbit Elsevier.

Pencapaian tersebut menjadi salah satu indikator semakin kuatnya kontribusi akademisi Unib dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian dan publikasi ilmiah yang mendapat pengakuan di tingkat global.

Dalam pemeringkatan terbaru tersebut, sekitar 209 ilmuwan asal Indonesia tercatat masuk dalam daftar 2% Ilmuwan Top Dunia . Lindung Zalbuin Mase menjadi salah satu sejarawan Indonesia yang berhasil masuk dalam daftar tersebut, baik pada kategori Career-Long maupun Single-Year .

Bagi Lindung, pencapaian tahun 2026 ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, dosen Teknik Sipil Unib bidang keahlian Rekayasa Geoteknik tersebut juga tercatat dalam daftar World’s Top 2% Scientist pada tahun 2022 dan kembali meraih pengakuan serupa pada tahun 2025.

Pemeringkatan World’s Top 2% Scientist merupakan salah satu bentuk pengakuan terhadap pengaruh dan kontribusi ilmuwan berdasarkan kinerja publikasi serta dampak ilmiahnya. Pemeringkatan ini dipimpin oleh Prof. John PA Ioannidis dari Stanford University dengan menggunakan data bibliometrik yang bersumber dari basis data Scopus.

Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, antara lain jumlah sitasi, indeks-H, jumlah publikasi, posisi atau peran penulis dalam publikasi, serta berbagai indikator bibliometrik lainnya. Pemeringkatan tersebut mencakup 22 bidang ilmu dan 174 subbidang keilmuan.

Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata, SP, M.Si, menyampaikan penghargaan dan kebanggaannya atas capaian yang kembali diraih Lindung Zalbuin Mase. Menurutnya, pengakuan tersebut menunjukkan bahwa kontribusi sejarawan Unib melalui penelitian dan publikasi ilmiah semakin mendapat perhatian di tingkat internasional.

“Penghargaan eksekutif ini disusun berdasarkan indikator yang objektif, seperti jumlah sitasi, indeks-H, hingga dampak publikasi secara global. Penilaian tersebut menjadi salah satu tolok ukur kontribusi seorang ilmuwan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujar Rektor.

Ia menyampaikan ucapan selamat kepada Lindung Zalbuin Mase atas pencapaian tersebut sekaligus berharap prestasi itu dapat terus mendorong semangat sivitas akademika Unib untuk meningkatkan kualitas dan dampak penelitian.

“Selamat kepada Dr. Lindung Zalbuin Mase. Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi Universitas Bengkulu,” tambahnya.

Menurut Rektor, masuknya ilmuwan Unib dalam daftar ilmuwan dengan pengaruh ilmiah tinggi dunia merupakan bukti bahwa pengembangan budaya penelitian di lingkungan universitas terus menunjukkan perkembangan positif. Prestasi tersebut sekaligus memperkuat komitmen Unib untuk meningkatkan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, dan kolaborasi akademik pada tingkat nasional maupun internasional.

Capaian Lindung juga menampilkan bahwa penelitian yang dilakukan sivitas akademika Unib memiliki peluang untuk memberikan kontribusi yang lebih luas terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Publikasi yang mendapat perhatian dan sitasi dari komunitas ilmiah internasional menjadi salah satu indikator bahwa hasil penelitian tidak berhenti pada lingkungan akademik, tetapi turut menjadi bagian dari perkembangan ilmu pengetahuan secara global.

Sejalan dengan arah pengembangan Unib sebagai perguruan tinggi yang unggul, inklusif, inovatif, dan berdampak, universitas terus mendorong terciptanya ekosistem akademik yang mendukung produktivitas dan kualitas penelitian. Penguatan publikasi bereputasi, kolaborasi penelitian, inovasi, serta pemanfaatan hasil penelitian menjadi bagian penting dalam mendorong kontribusi perguruan tinggi yang semakin luas.

Prestasi para dosen dan peneliti Unib di tingkat nasional maupun internasional juga menjadi energi positif bagi penguatan budaya akademik di lingkungan kampus. Capaian tersebut diharapkan dapat memotivasi lebih banyak sivitas akademika untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas, membangun jejaring kolaborasi yang lebih luas, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kembali masuknya Lindung Zalbuin Mase dalam World’s Top 2% Scientist tahun 2026 tidak hanya menjadi pencapaian individu, tetapi juga bagian dari rekam jejak Unib dalam membangun reputasi akademik melalui penelitian yang berkualitas dan berdampak. Capaian tersebut sekaligus memperkuat posisi Unib dalam peraturan akademik global.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *