Home โ€บ Bengkulu โ€บ 28 Booth UMKM, Transaksi Rp 1,02 Miliar: Bencoolen Fest 2026 Cetak Rekor Ekonomi Kreatif

28 Booth UMKM, Transaksi Rp 1,02 Miliar: Bencoolen Fest 2026 Cetak Rekor Ekonomi Kreatif

REALITAPOST.COM, BENGKULU – Bencoolen Fest 2026 yang digelar selama 3 hari, 9-11 Oktober 2026, membukukan capaian ekonomi signifikan. Festival yang diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu ini dikunjungi lebih dari 22.000 orang dengan total transaksi mencapai Rp 1.029.893.000 atau lebih dari Rp 1,02 miliar.

Capaian tersebut tidak lepas dari penguatan identitas ekonomi kreatif Bengkulu melalui wastra.Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, mengatakan Bengkulu memiliki sejarah dan kekayaan wastra yang luar biasa. Kain Besurek dan tenun Bengkulu yang saat ini dalam pengembangan kembali memiliki potensi besar menjadi produk identitas provinsi sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi.

“Berbagai kekayaan motif khas Bengkulu memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk fashion yang siap mengisi pasar lokal maupun global,” ujar Wahyu saat penutupan Bencoolen Fest 2026.

Untuk mengangkat potensi tersebut, Benfest 2026 menghadirkan talkshow dengan tema “Wastra Bengkulu: Dari warisan budaya menjadi masa depan” yang membahas roadmap pengembangan wastra, serta Bencoolen Fashion Week selama tiga hari yang menampilkan kreasi desainer, penjahit, dan peragawan-peragawati lokal yang didukung anak muda kreatif, organisasi wanita, dan perbankan.

Tak hanya fesyen, dari sisi pemberdayaan UMKM, festival menghadirkan Talkshow Digital Marketing untuk Pembiayaan UMKM, Pengembangan Ekonomi Hijau UMKM Berkelanjutan, Export Pioneer untuk UMKM Siap Ekspor, serta edukasi perizinan standar BPOM dan sertifikasi Halal.

Sebagai otoritas sistem pembayaran, Bank Indonesia turut menghadirkan booth edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah, experience corner QRIS Tap dan QRIS Crossborder, pembayaran Pajak Digital bersama pemerintah daerah, serta inovasi sistem pembayaran digital yang efisien, cepat, dan aman.

Dalam rangka mendukung ekonomi lokal, Bencoolen Fest 2026 menampilkan 28 booth utama UMKM unggulan Bengkulu, mulai dari olahan pangan, kriya, hingga fesyen berbasis wastra daerah.Menariknya, festival juga memadukan ekonomi dan sosial melalui booth Wakafein. Dengan wakaf Rp 10.000, pengunjung dapat menikmati kopi premium Bengkulu sekaligus beramal. Hasilnya disalurkan untuk wakaf produktif.

“Dan dari energi yang kita gunakan selama kegiatan akan kami set-off melalui pembelian ikat karbon di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai wujud komitmen dan kepedulian terhadap ekonomi hijau,” pungkas Wahyu.

Kolaborasi ekonomi, sosial, syariah, dan keberlanjutan ini menjadi model baru festival di Bengkulu, di mana warisan budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dikonversi menjadi nilai tambah ekonomi yang terukur.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *