Universitas Bengkulu (UNIB) didorong menjadi mitra penyelenggara beasiswa Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mulai 2027. Langkah ini diharapkan membuka peluang lebih luas bagi putra-putri Bengkulu, khususnya keluarga pekebun sawit, untuk mengenyam pendidikan tinggi dengan pembiayaan penuh sekaligus memperkuat sumber daya manusia (SDM) sektor perkebunan daerah.
Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan antara Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu dan UNIB di ruang kerja Kepala Kanwil DJPb Bengkulu, Selasa, 13 Oktober 2026.
Dalam kolaborasi ini, Kanwil DJPb Bengkulu mengambil peran sebagai financial advisor untuk mendampingi UNIB mempersiapkan diri menjadi perguruan tinggi mitra penyelenggara program beasiswa BPDP.
Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu, Zaid Burhan Ibrahim, mengatakan, inisiatif tersebut didasari potensi perkebunan sawit Bengkulu yang cukup besar.
Berdasarkan data yang disampaikan, luas tutupan lahan sawit di Bengkulu mencapai 424,53 ribu hektare, dengan konsentrasi perkebunan di wilayah Mukomuko, Bengkulu Utara, Seluma, dan Bengkulu Selatan.
Besarnya potensi tersebut dinilai perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM lokal agar manfaat ekonomi perkebunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Bengkulu.
Selama ini, penerima beasiswa asal Bengkulu terserap ke sejumlah perguruan tinggi di luar Pulau Sumatera.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan untuk mendorong kehadiran perguruan tinggi lokal sebagai mitra penyelenggara, sehingga pendidikan, pengembangan kompetensi, dan perputaran ekonomi dapat memberikan dampak lebih besar bagi daerah.
“Melalui sinergi bersama UNIB, diharapkan program beasiswa BPDP tidak hanya meningkatkan kualitas SDM perkebunan, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap perekonomian daerah dan penguatan peran perguruan tinggi lokal,” menjadi tujuan dari kolaborasi tersebut.
Bagi masyarakat Bengkulu, khususnya keluarga petani dan pekebun, program beasiswa BPDP berpotensi menjadi kesempatan untuk mengakses pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya pendidikan yang besar.
Dukungan pembiayaan program ini tidak hanya mencakup Uang Kuliah Tunggal (UKT) atau SPP, tetapi juga dapat meliputi biaya hidup bulanan, pemondokan atau asrama, bantuan transportasi, fasilitas buku atau laptop, hingga dukungan sertifikasi profesi sesuai ketentuan program.
Sasaran penerima beasiswa juga mencakup berbagai kelompok melalui jalur afirmasi, antara lain pekebun, keluarga pekebun, karyawan atau pekerja, pengurus koperasi, serta ASN dan penyuluh yang memenuhi persyaratan.
Dengan cakupan tersebut, program beasiswa BPDP diharapkan dapat memperluas akses pendidikan sekaligus mencetak tenaga kerja terampil yang dibutuhkan industri perkebunan. UNIB dinilai memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan sebagai perguruan tinggi mitra penyelenggara beasiswa BPDP.
Kesiapan itu ditopang program studi pada rumpun teknologi dan bisnis perkebunan serta pendidikan vokasi, termasuk bidang akuntansi, dengan capaian akreditasi yang baik hingga unggul.
Selain aspek akademik, pengalaman kerja sama UNIB dengan berbagai perusahaan di tingkat nasional maupun lokal juga menjadi nilai tambah.
Kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) berpotensi mendukung penyediaan kebun praktik lapangan serta membuka peluang penyerapan lulusan ke dunia kerja.
Apabila terealisasi secara berkelanjutan, kerja sama ini diproyeksikan memberikan manfaat ganda.
Selain meningkatkan kualitas SDM perkebunan, kehadiran mahasiswa penerima beasiswa juga berpotensi mendorong aktivitas ekonomi di Bengkulu, mulai dari kebutuhan tempat tinggal hingga konsumsi sehari-hari.
Di sisi lain, keterlibatan UNIB sebagai perguruan tinggi mitra berpeluang memperkuat penerimaan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) kampus sebagai badan layanan umum (BLU), sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Sebagai tindak lanjut, Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu akan melanjutkan koordinasi dan memberikan pendampingan teknis kepada UNIB untuk mempersiapkan diri mengikuti program kemitraan penyelenggara beasiswa BPDP.
Dukungan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat juga dinilai penting agar peluang tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga pekebun, memperkuat kompetensi tenaga kerja lokal, serta memastikan potensi besar perkebunan sawit Bengkulu turut mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
