REALITAPOST.COM, BENGKULU – Malam kedua takziah Almarhum Hasan Basri Bin Larap (75) digelar di kediaman duka Jalan Hibrida Raya. Almarhum tutup usia dan meninggalkan duka bagi keluarga besar.
Suasana takziah berlangsung khidmat dengan dihadiri jemaah, tetangga, dan keluarga besar Dinas Perhubungan Kota Bengkulu.
Perwakilan keluarga musibah, Harun Alrasyid, menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran seluruh jemaah takziah yang telah mendoakan almarhum. Ia juga memohon maaf atas segala khilaf almarhum semasa hidup dan memohon doa agar arwah almarhum diterima di sisi Allah SWT.
Mewakili keluarga besar Dinas Perhubungan Kota Bengkulu, Soni Risdianto, menyampaikan rasa syukur atas nikmat Allah SWT. Di tengah musibah, sebagai umat manusia hendaknya senantiasa bersyukur karena masih bisa berkumpul dan mendoakan arwah almarhum.
“Shalawat dan salam kita curahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. Terima kasih atas kehadiran keluarga besar Dinas Perhubungan yang menjadi program rutin untuk ambil bagian dalam setiap musibah yang menimpa keluarga besar,” ujarnya.
Soni berharap almarhum diterima amal ibadahnya dan diampuni segala dosanya.
“Semoga arwahnya diterima di sisi-Nya dan segala dosanya diampuni Allah SWT. Kita juga telah berprasangka baik bahwa arwah almarhum adalah orang baik. Kami harap ustad dapat memberikan setawar sedingin bagi keluarga yang ditinggalkan dan bagi jemaah takziah dapat menjadi pengingat kematian,” harapnya.
Tausiyah pada malam kedua takziah disampaikan Ustad Zulfikar, http://M.Pd.I. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh jemaah untuk senantiasa mengingat kematian.
Ia mengingatkan bahwa kematian adalah sebuah ketetapan yang sudah ditentukan Allah SWT dan menjadi pengingat bagi setiap manusia untuk terus berbuat kebaikan dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan.(Red)
