HomeEkonomi › 10 Tahun Ngeruk Untung di Seluma, Waka I DPRD  Syamsul Aswajar Desak Perusahaan Tambak Udang Diduga Bayar CSR

10 Tahun Ngeruk Untung di Seluma, Waka I DPRD  Syamsul Aswajar Desak Perusahaan Tambak Udang Diduga Bayar CSR

Realitapost.com, Seluma — Guna memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Waka 1 DPRD Seluma Syamsul Aswajar, mengajak Bupati Seluma Teddy Rahman, turun langsung meninjau keberadaan perusahaan yang dinilai minim kontribusi terhadap daerah.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah perusahaan tambak udang yang disebut telah beroperasi lebih dari 10 tahun, namun dinilai belum memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD Kabupaten Seluma.

‘’Kita dari DPRD mengajak Bupati untuk meninjau langsung keberadaan perusahaan yang nakal, seperti tambak udang yang sudah lebih 10 tahun beroperasi, tapi minim berkontribusi buat daerah,’’ ujar Waka I DPRD Kabupaten Seluma ini.

Menurut Syamsul, DPRD Seluma pada prinsipnya mendukung program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma dalam mendatangkan investor untuk berinvestasi di daerah. Kehadiran investor diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah.

Namun demikian, syamsul menegaskan keberadaan perusahaan di Seluma juga harus memberikan manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat. Tidak hanya melalui kontribusi terhadap PAD, tetapi juga melalui pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan.

‘’Bukan hanya membantu mendongkrak PAD, namun CSR atau tanggung jawab sosial perusahaan pun sepertinya tidak ada dari tambak udang tersebut,’’ tegas Syamsul.

Untuk itu, syamsul meminta instansi terkait ikut turun ke lapangan guna memastikan legalitas serta administrasi perusahaan dan Limbah. Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk mengetahui sejauh mana perusahaan telah memenuhi kewajiban sesuai aturan yang berlaku.

‘’Instansi terkait diharapkan turun juga untuk mengecek mengenai perizinan dan administrasinya. Jangankan membantu PAD, tambak udang tersebut pun CSR-nya diketahui tidak ada,’’ pungkas Samsul.(**)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *