Realitapost.com, MANNA – Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Yevri Sudianto, melontarkan pernyataan mengejutkan terkait kondisi pelayanan kesehatan di wilayahnya.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Bengkulu Selatan pada Senin (4/5/2026), Wabup mengakui bahwa RSUD Hasanuddin Damrah (HD) Manna saat ini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
“RSUD hampir hancur,” tegas Yevri secara blak-blakan di hadapan para anggota dewan.Kondisi kritis ini dipicu oleh berbagai persoalan kompleks, mulai dari manajemen yang buruk, tumpukan utang yang membengkak, hingga merosotnya kualitas pelayanan kepada masyarakat. Masalah ini diperparah dengan adanya temuan Pansus RSUD yang hingga kini didesak DPRD untuk segera ditindaklanjuti secara konkret.
Selain masalah manajemen rumah sakit, krisis ketersediaan obat di tingkat Puskesmas juga menjadi sorotan tajam.
Menanggapi hal tersebut, Wabup Yevri mengeluarkan ultimatum keras kepada Kepala Dinas Kesehatan setempat untuk segera mengatasi kelangkaan obat.“Saya intervensi langsung Kepala Dinas. Tidak ada lagi (alasan) tidak ada obat!” ujar Yevri memberikan peringatan.
Kritik pedas juga datang dari Ketua Komisi II DPRD, Nissan Deni Purnama. Ia menilai krisis obat adalah masalah kemanusiaan yang serius.
Pihaknya mengaku miris melihat warga kurang mampu masih harus dibebani biaya untuk membeli obat secara mandiri di luar rumah sakit karena stok kosong.Tak hanya soal fasilitas dan obat, disiplin tenaga kesehatan (nakes) juga tak luput dari evaluasi.
Wabup membenarkan adanya temuan Puskesmas yang sudah kosong dari aktivitas pelayanan pada pukul 08.00 WIB pagi. Menindaklanjuti temuan-temuan tersebut, pemerintah daerah berjanji akan terus melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan guna memastikan pelayanan publik kembali berjalan normal.

















