Home › Ekonomi › BPS: Ekspor Bengkulu Tembus US$13,13 Juta, 100% Nonmigas Tapi 96% Cuma Batu Bara

BPS: Ekspor Bengkulu Tembus US$13,13 Juta, 100% Nonmigas Tapi 96% Cuma Batu Bara

BENGKULU, REALITAPOST.COM — Nilai ekspor Provinsi Bengkulu pada Agustus 2026 mencapai US$13,13 juta. Angka tersebut meningkat 92,56 persen dibandingkan Agustus 2025 yang tercatat sebesar US$6,82 juta.

Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, Sahranudin, menyampaikan nilai ekspor Bengkulu pada Agustus 2026 mengalami penurunan 4,97 persen jika dibandingkan dengan Juli 2026 yang mencapai US$13,82 juta.

“Nilai ekspor Provinsi Bengkulu pada bulan Agustus 2026 mencapai US$13,13 juta. Nilai ekspor ini turun sebesar 4,97 persen jika dibandingkan dengan bulan Juli 2026 yang tercatat sebesar US$13,82 juta, dan naik sebesar 92,56 persen apabila dibandingkan dengan bulan Agustus 2025 yang tercatat sebesar US$6,82 juta,” demikian keterangan BPS Provinsi Bengkulu yang disampaikan Sahranudin, Kamis (01/10/2026).

Secara kumulatif, nilai ekspor Provinsi Bengkulu sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai US$55,25 juta. Nilai tersebut turun 14,47 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai US$64,59 juta.

Menurut Sahranudin, seluruh ekspor Bengkulu hingga Agustus 2026 merupakan komoditas nonmigas. Berdasarkan sektor, ekspor hasil industri pengolahan pada Januari–Agustus 2026 turun 87,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ekspor sektor pertambangan dan lainnya juga mengalami penurunan sebesar 5,07 persen, sedangkan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 38,72 persen.

Sektor pertambangan dan lainnya masih menjadi penyumbang terbesar ekspor Bengkulu. Nilai ekspor sektor tersebut selama Januari–Agustus 2026 mencapai US$53,55 juta atau sekitar 96,94 persen dari total ekspor.

Komoditas bahan bakar mineral atau batubara menyumbang US$53,45 juta, atau sekitar 96,75 persen dari total ekspor nonmigas Bengkulu pada periode tersebut.

Sementara itu, nilai ekspor sektor industri pengolahan tercatat US$0,86 juta atau turun 87,43 persen dibandingkan periode yang sama 2025. Ekspor sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencapai US$0,84 juta atau turun 38,72 persen.

India menjadi negara tujuan ekspor terbesar Provinsi Bengkulu selama Januari–Agustus 2026 dengan nilai US $21,97 juta atau 39,76 persen dari total ekspor. Posisi berikutnya ditempati Pakistan dengan nilai ekspor US $9,32 juta atau 16,87 persen, serta Filipina sebesar US $7,77 juta atau 14,07 persen.

“Ekspor kumulatif Januari–Agustus 2026 terbesar adalah ke Negara India sebesar US$21,97 juta, diikuti ekspor ke Pakistan sebesar US$9,32 juta, dan disusul Philipina sebesar US $7,77 juta,” demikian data BPS Provinsi Bengkulu.

Secara kumulatif, ketiga negara tersebut menyumbang sekitar 70,70 persen dari total ekspor Bengkulu. Di sisi lain, BPS mencatat tidak ada impor ke Provinsi Bengkulu pada Agustus 2026. Kondisi tersebut membuat neraca perdagangan Bengkulu pada Januari–Agustus 2026 mengalami surplus sebesar US $55,25 juta. Namun, surplus tersebut turun 14,47 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai US$64,59 juta.

Sahranudin menambahkan, peningkatan ekspor secara tahunan pada Agustus 2026 terutama dipengaruhi kenaikan ekspor batubara. Ekspor batubara meningkat 108,87 persen, dari US$6,13 juta pada Agustus 2025 menjadi US$12,81 juta pada Agustus 2026.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *