Bengkulu , Realitapost.com — Balai Bahasa Provinsi Bengkulu menyelenggarakan Diseminasi Produk Penerjemahan Tahun 2026 sebagai upaya memperkenalkan dan memperluas pemanfaatan produk penerjemahan, khususnya buku cerita anak dwibahasa yang memuat kekayaan bahasa daerah di Provinsi Bengkulu.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam pelindungan bahasa daerah sekaligus penguatan literasi anak melalui bahan bacaan yang dekat dengan lingkungan bahasa dan budaya masyarakat Bengkulu.

Kegiatan dibuka oleh Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, yang didampingi Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Andriana Yohan. Pembukaan ditandai dengan pemukulan dol sebagai simbol dimulainya kegiatan sekaligus representasi kekayaan tradisi dan budaya masyarakat Bengkulu.
Produk penerjemahan yang didiseminasikan berupa buku cerita anak dwibahasa Bengkulu–Indonesia. Buku-buku tersebut ditulis oleh 53 penulis asal Bengkulu dengan menggunakan bahasa Rejang dan bahasa Bengkulu dalam berbagai dialek. Keberagaman bahasa yang dihadirkan dalam buku-buku ini menjadi cerminan kekayaan linguistik Provinsi Bengkulu yang perlu terus dijaga, diperkenalkan, dan diwariskan kepada generasi muda.
Kehadiran buku cerita anak dwibahasa ini tidak hanya bertujuan menyediakan bahan bacaan yang menarik dan edukatif bagi anak-anak, tetapi juga menjadi sarana pengenalan bahasa daerah sejak dini. Melalui cerita yang disajikan dalam bahasa daerah dan bahasa Indonesia, anak-anak diharapkan dapat mengenal kosakata, memahami ungkapan, serta menumbuhkan kedekatan dengan bahasa dan budaya yang hidup di lingkungan mereka.
Pelibatan 53 penulis lokal yang merupakan pemenang sayembara tahun 2026 dalam penyusunan buku ini juga menjadi wujud pemberdayaan potensi sumber daya manusia daerah Bengkulu. Para penulis turut mengambil bagian dalam mendokumentasikan bahasa daerah melalui karya sastra anak sehingga bahasa daerah tidak hanya digunakan dalam komunikasi sehari-hari, tetapi juga hadir dalam bentuk karya tulis yang dapat dibaca, dipelajari, dan diwariskan lintas generasi.
Melalui kegiatan diseminasi ini, Balai Bahasa Provinsi Bengkulu berharap produk penerjemahan dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh sekolah, pendidik, pegiat literasi, komunitas baca, serta masyarakat Bengkulu. Buku-buku tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif bahan bacaan untuk mendukung kegiatan literasi sekaligus memperkuat penggunaan bahasa daerah dalam lingkungan pendidikan dan keluarga.
Diseminasi Produk Penerjemahan Tahun 2026 menjadi bagian dari komitmen Balai Bahasa Provinsi Bengkulu dalam mengembangkan bahan bacaan bermutu yang berakar pada kekayaan bahasa dan budaya lokal. Sebab, pelindungan bahasa daerah tidak cukup hanya dilakukan dengan mendokumentasikan kosakata, tetapi juga perlu diwujudkan melalui karya, ruang penggunaan, dan pewarisan kepada generasi berikutnya.
Dari cerita anak, bahasa daerah terus hidup. Dari Bengkulu, keberagaman bahasa menjadi kekuatan untuk memperkaya khazanah literasi Indonesia.
