REALITAPOST.COM, BENGKULU – Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Dehasen Bengkulu menyambut baik langkah strategis yang diinisiasi oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA) Bengkulu. Kerjasama ini difokuskan pada program inkubasi bagi mahasiswa agar siap terjun ke dunia bisnis sebagai pengusaha properti setelah lulus.
Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Dehasen, Dr. Suwarni, MM, memberikan apresiasi tinggi terhadap program kolaborasi ini. Menurutnya, HIMPERRA menjadi satu-satunya lembaga pengusaha properti yang memiliki visi kuat dan semangat yang selaras dengan kampus dalam memajukan generasi muda.
“Kami sangat mengapresiasi inisiasi dari DPD HIMPERRA Bengkulu. Ini adalah kegiatan yang sangat positif karena saat ini mereka adalah satu-satunya lembaga pengusaha properti yang memiliki semangat yang sama dengan kami dalam memajukan anak bangsa melalui program pencetakan pengusaha properti baru,” ujar Dr. Suwarni dalam keterangannya.
Lebih lanjut, Dr. Suwarni menekankan bahwa program ini sejalan dengan target jangka panjang Fakultas Ekonomi dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki jiwa entrepreneurship yang mapan.
“Program ini sangat relevan dengan tujuan kita dalam menciptakan lulusan yang kompeten. Kami ingin lulusan Dehasen tidak hanya mencari kerja, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja dan memiliki kemampuan untuk mencari uang yang banyak melalui sektor properti yang sangat menjanjikan ini,” tambahnya.
Melalui sinergi ini, diharapkan para mahasiswa FE Dehasen mendapatkan bimbingan langsung dari para praktisi HIMPERRA, mulai dari pemahaman pasar, legalitas, hingga manajemen proyek perumahan. Langkah ini menjadi tonggak penting bagi Universitas Dehasen dalam mencetak ‘Juragan Properti’ muda Bengkulu.
Sementara itu, Ketua DPD HIMPERRA Provins Bengkulu, Edwar Setiawan, mengatakan bahwa kegiatan MoU dan Seminar yang diadakan ini merupakan upaya HIMPERRA Provinsi Bengkulu untuk membuka pikiran atau mindset mahasiswa secara luas bahwa menjadi pengusaha properti atau pengembang tidak sulit. Apalagi mayoritas lulusan perguruan tinggi saat ini cenderung sekita lulus kuliah berfikir untuk bekerja atau mengikuti jalur tes CPNS, PPPK, Tes Polri, TNI dan sebagainya.
“Dengan adanya kegiatan ini dan mengikuti program kelas properti nanti, setelah lulus kuliah bisa menjadi pengusaha properti pada sektor pengembang perumahan. Karena menjadi pengusaha properti sangat menjanjikan sekali. Karena menjadi pengusaha properti itu ada resiko yang paling besar yakni resiko menjadi orang kaya,” ujarnya sambil melempar senyum khasnya.(Damar)
