REALITAPOST.COM, BENGKULU – Siapa sangka kulit durian dan ampas teh dapat menjadi inspirasi inovasi energi ramah lingkungan? Melalui ide kreatif yang menggabungkan sains, teknologi, dan kepedulian terhadap lingkungan, Shaka Adepio, siswa Middle School EcoSocioTech School (EST) Bengkulu, berhasil meraih Medali Emas (Gold Medal) dalam kategori Physics, Energy, and Engineering pada ajang internasional International Science and Invention Fair (ISIF) 2026, yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA).
Dalam kompetisi ini, Shaka mengangkat penelitian berjudul “Quality of Charcoal Briquettes from Durian Peel (Durio zibethinus) and Spent Tea Waste as an Environmentally Friendly Energy Innovation.” Penelitian tersebut mengeksplorasi potensi limbah kulit durian dan ampas teh sebagai bahan baku briket arang yang dapat dikembangkan sebagai alternatif energi ramah lingkungan.
Lebih dari sekadar sebuah penelitian, karya ini menunjukkan bagaimana permasalahan sehari-hari dapat menjadi titik awal lahirnya sebuah inovasi. Dengan pendekatan ilmiah, Shaka mengeksplorasi potensi bahan yang kerap dianggap sebagai limbah untuk menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat, sekaligus mengangkat pentingnya kreativitas dan keberlanjutan dalam pengembangan energi alternatif.
Kepala Sekolah Middle School EST School Bengkulu, Rezita Ayu Febriyani, menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian Shaka di tingkat internasional.
“Bagi kami, prestasi ini bukan hanya tentang medali yang diraih, tetapi juga tentang keberanian siswa untuk bertanya, mengeksplorasi ide, dan mengembangkan solusi melalui sains. Kami ingin siswa melihat bahwa inovasi tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar atau rumit. Bahkan, hal sederhana yang ada di sekitar kita dapat menjadi inspirasi untuk menciptakan perubahan yang berarti,” ungkap Rezita.
Prestasi ini sejalan dengan komitmen EST School Bengkulu dalam membangun lingkungan belajar yang mendorong siswa untuk berpikir kritis, berinovasi, dan menghubungkan pembelajaran dengan tantangan nyata di masyarakat. Melalui pengalaman penelitian dan kompetisi, siswa mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi sekaligus memperluas perspektif mereka sebagai generasi yang siap menghadapi masa depan.
From curiosity to discovery, from ideas to innovation. Pencapaian Shaka menjadi pengingat bahwa rasa ingin tahu dapat membuka jalan menuju penemuan yang bermakna. Selamat kepada Shaka atas raihan Medali Emas di ISIF 2026! Semoga prestasi ini menjadi langkah awal untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan serta masyarakat.
