REALITAPOST.COM, BENGKULU – Hari kedua pelaksanaan Sekolah Properti Batch 1 yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD) Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA) Provinsi Bengkulu pada Rabu pagi berlangsung sangat dinamis.
Para peserta yang didominasi oleh calon pengembang muda menunjukkan antusiasme luar biasa saat berdiskusi langsung dengan praktisi perbankan nasional dan pelaku industri properti senior.
Acara hari kedua ini fokus membedah regulasi pembiayaan perumahan serta taktik jitu pemasaran unit hunian. Kehadiran pemateri dari sektor perbankan memberikan wawasan baru bagi peserta dalam menembus akses permodalan industri properti.
Pada sesi pertama, Kepala Cabang Bank Syariah Nasional (BSN) Bengkulu, Dwi Andrian, hadir sebagai pemateri utama. Ia menjelaskan secara mendalam seputar ekosistem dan layanan produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang dikhususkan bagi pengusaha properti.
Pemaparan tersebut memicu daya kritis para peserta. Berbagai pertanyaan mendalam seputar skema kemitraan syariah langsung dilontarkan dalam sesi tanya jawab. Keaktifan para peserta ini pun mendapatkan apresiasi khusus dari pihak manajemen BSN Bengkulu yang menilai para kader pengembang muda Bengkulu memiliki visi bisnis yang tajam.
Sesi kedua berjalan tidak kalah menarik dengan paparan dari perwakilan Bank BTN. Selain menjelaskan fasilitas layanan KPR bagi pengembang, Bank BTN membagikan ilmu krusial mengenai kunci sukses menjadi pengembang perumahan melalui pemahaman Analisis prinsip 5C perbankan, yang meliputi:
1. Character (Karakter): Penilaian integritas, kejujuran, dan rekam jejak moral calon debitur melalui riwayat pembayaran utang masa lalu (SLIK OJK/BI Checking).
2. Capacity (Kapasitas): Analisis kemampuan finansial dan arus kas (cash flow) nasabah untuk memastikan pembayaran cicilan berjalan lancar tanpa memberatkan usaha.
3. Capital (Modal): Menilai kondisi kekayaan bersih atau modal mandiri yang diinvestasikan. Besarnya modal pribadi mencerminkan tingginya rasa tanggung jawab debitur.
4. Collateral (Jaminan): Penilaian aset atau agunan yang diserahkan ke bank sebagai pelindung risiko gagal bayar, di mana nilai jaminan idealnya lebih tinggi dari pinjaman.
5. Condition of Economy (Kondisi): Analisis faktor eksternal seperti tren industri, inflasi, tingkat persaingan, dan kebijakan ekonomi makro yang memengaruhi kelangsungan bisnis.
Setiap pemateri secara simbolis diberikan piagam penghargaan dari DPD HIMPERRA Provinsi Bengkulu sebagai wujud apresiasi atas dedikasi dalam menyukseskan program sekolah properti. Ketua DPD HIMPERRA Provinsi Bengkulu Edwar Setiawan, didampingi Sekretaris Prof. Dr. Pakri Fahmi menyerahkan piagam penghargaan secara bergantian.
Sebagai penutup rangkaian acara hari kedua, Perwakilan Pengembang Senior HIMPERRA naik panggung untuk membagikan materi taktis mengenai konsep pemasaran unit perumahan kepada masyarakat luas.Para peserta dibekali ilmu riil mengenai cara membaca segmentasi pasar di Bengkulu, strategi promosi yang efektif, hingga tips negosiasi agar unit rumah yang dibangun oleh developer dapat terserap cepat oleh pasar konsumen.
