berita realitapost

Jaga Ketahanan Energi 3T, Pertamina Bengkulu Monitoring Distribusi BBM dan LPG di Pulau Enggano

BENGKULU, 11 Juli 2026 – Komitmen menjaga ketahanan energi hingga ke wilayah terluar terus ditunjukkan PT Pertamina Patra Niaga. Sales Area Bengkulu melakukan kunjungan kerja dan monitoring operasional langsung ke Pulau Enggano untuk memastikan rantai distribusi energi berjalan aman, lancar, dan sesuai ketentuan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pengawasan berkala Pertamina terhadap wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) di Provinsi Bengkulu. Pulau Enggano dipilih sebagai lokasi prioritas karena merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang memiliki tantangan logistik cukup tinggi.Dalam peninjauan tersebut, tim Sales Area Bengkulu menyoroti dua aspek utama.

Pertama, ketepatan sasaran penyaluran BBM bersubsidi di SPBU wilayah 3T. Tim memastikan bahwa penyaluran solar dan pertalite subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak dan tidak terjadi penyimpangan.

Kedua, pemenuhan dan pencetakan pasokan produk LPG NPSO atau Non PSO untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan pelaku usaha di Enggano.“Pengawasan langsung ke Enggano ini penting untuk memastikan tidak ada kekosongan stok dan distribusi berjalan sesuai prosedur. Kami ingin masyarakat di wilayah 3T juga mendapatkan akses energi yang sama, aman, dan terjangkau,” ujar perwakilan tim Sales Area Bengkulu di sela kegiatan.

Selain melakukan pengecekan di SPBU dan pangkalan LPG, tim juga berdialog dengan pengelola dan masyarakat untuk menyerap aspirasi terkait ketersediaan energi di pulau tersebut.Pertamina menegaskan bahwa monitoring ke wilayah kepulauan terluar akan terus dilakukan secara rutin. Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam menjaga ketahanan energi yang transparan, akuntabel, dan merata di seluruh wilayah Bengkulu.

Dengan pengawasan yang ketat, Pertamina berharap distribusi energi di Pulau Enggano dapat terus berjalan stabil sehingga mendukung aktivitas masyarakat, perekonomian, hingga sektor pelayanan publik di wilayah terluar.

Exit mobile version