Home › Bengkulu › Lagi, Kasus Tewasnya Pekerja Migran di Jepang Asal Bengkulu Terjadi Akibat Ini

Lagi, Kasus Tewasnya Pekerja Migran di Jepang Asal Bengkulu Terjadi Akibat Ini

REJANG LEBONG, REALITAPOST.COM – Kabar duka kembali menyelimuti keluarga pekerja migran Indonesia (PMI) asal Provinsi Bengkulu.

Rizki Ade Saputra (20), pemuda asal Kelurahan Air Duku, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, dikabarkan meninggal dunia di Jepang, Minggu, 11 Oktober 2026.

Hal ini mencatat setidaknya sudah 2 kali kasus pekerja migran asal Bengkulu tersebut terjadi dan lagi-lagi pahlawan devisa negera gugur saat baru mulai bekerja.

Ironisnya, Rizki disebut baru sekitar satu pekan menginjakkan kaki di Negeri Sakura untuk bekerja.

Harapan memulai kehidupan baru di negeri orang kini justru diselimuti kabar duka yang menyayat hati keluarga di kampung halaman.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Rizki dilaporkan terjatuh dari apartemen lantai 9 tempatnya tinggal.

Hingga kini, penyebab pasti peristiwa tersebut belum diketahui dan masih dalam penyelidikan kepolisian setempat.

Seorang pekerja migran, yang tinggal di apartemen yang sama, dan meminta identitasnya dirahasiakan, mengungkapkan bahwa tidak ada rekan korban yang melihat langsung kejadian tersebut.

“Almarhum jatuh dari apartemen lantai 9 tempat ia tinggal. Penyebab pasti jatuhnya belum diketahui karena saat kejadian, rekan almarhum yang berada di apartemen tidak ada yang melihat,” ujarnya.

Selama berada di Jepang, Rizki diketahui tinggal bersama dua orang lainnya di apartemen tersebut. Ketiganya merupakan warga Provinsi Bengkulu.

Peristiwa itu baru diketahui rekan-rekan korban setelah polisi datang ke apartemen mereka untuk menyampaikan informasi mengenai seseorang yang terjatuh dari bangunan tersebut.

Kedatangan petugas kepolisian itu menjadi awal bagi rekan-rekan korban mengetahui kabar duka yang menimpa Rizki.

Namun, hingga saat ini, belum ada keterangan terperinci mengenai kronologi kejadian maupun faktor yang menyebabkan pemuda tersebut terjatuh.

Rizki diketahui bekerja di bidang building cleaning atau jasa kebersihan gedung di Kobe, Prefektur Hyogo, Jepang.

Ia berangkat melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Semanggi untuk memulai pekerjaannya di negara tersebut.

Kepergian Rizki ke Jepang tentu membawa harapan untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Namun, kabar kematiannya dalam waktu singkat setelah tiba di negara tujuan menjadi duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat di daerah asalnya.

Sementara itu, penyelidikan kepolisian setempat masih berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti peristiwa tersebut.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai hasil penyelidikan maupun informasi lebih lanjut terkait penanganan jenazah dan proses pemulangan ke Indonesia.

Perkembangan kasus ini masih menunggu informasi terverifikasi dari pihak berwenang dan pihak terkait lainnya.(RED)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *