Home โ€บ Bengkulu โ€บ Mediasi Ketiga Gagal dan Tak Ada Itikad Baik, Managemen Agung Toyota Bengkulu Kabur Saat Diwawancarai

Mediasi Ketiga Gagal dan Tak Ada Itikad Baik, Managemen Agung Toyota Bengkulu Kabur Saat Diwawancarai

REALITAPOST.COM, BENGKULU — Mediasi ketiga yang digelar Dinas Ketenagakerjaan Kota Bengkulu antara pihak Manajeman Agung Toyota Bengkulu dengan eks karyawan terkait perkara penurunan jabatan secara sepihak, kembali tak menemui jalan tengah pada Selasa pagi (20/10/2026).

Mirisnya, saat usai melakukan pertemuan medias ketiga, perwakilan Managemen Agung Toyota Bengkulu sebanyak 2 orang saat dimintai keterangan terkait hasil mediasi keduanya langsung kabur meninggalkan ruang mediasi dan kabur tanpa memberikan keterangan apapun kepada awak media.

Mediator Dinas Ketenagakerjaan Kota Bengkulu, Yulius Marni, saat diklarifikasi usai pertemuan tersebut menegaskan bahwa pihak Managemen Perusahaan Mobil Agung Toyota Bengkulu kembali hanya mengirimkan utusan perusahaan dan melayangkan surat pencatatan perselisihan.

“Ya mereka minta saya Dinas Ketenagakerjaan untuk membalas surat yang mereka layangkan, tidak akan saya penuhi. Karena jelas dalam perkara ini, pihak eks karyawan yang lebih dulu mengajukan permohonan perselisihan hubungan industri ke kami sehingga surat dari perusahaan tidak bisa kami penuhi. Justru surat itu saya jawab dengan mekanisme mediasi yang kita sudah buat sebagaimana diatur dalam UU ketenagakerjaan,” tegas Yulius.

Apalagi dijelas dia, mekanisme mediasi perselisihan hubungan industri ini bertujuan agar kedua pihak bisa diselesaikan secara damai tapi bila dalam tempo waktu 10 kedepan pasca mediasi ketiga tidak tercapai maka pihaknya akan mengeluarkan risalah dari bukti-bukti yang dimilik karyawan untuk dilanjutkan ketahapan persidangan di pengadilan.

“Oleh karena itu, jelas mediasi ketiga tidak sepakat dimeja saya dan akan saya ajurkan ke persidangan perselisihan hubungan industrial (PHI),” tegas Yulius.

Sementara itu, Sales Senior Supervisor Agung Toyota Bengkulu, Yoan Frigunawan, menegaskan menyesalkan sikap keras kepala pihak managemen Perusahaan Agung Toyota Bengkulu dibawah kepemimpinan Meriani yang tidak ada itikad baik dalam menyelesaikan hak-haknya sebagai mantan karyawan yang di PHK.

“Intinya dari mediasi ketiga ini tadi saya berharap mereka dapat titik temu. Apalagi saya tidak banyak menuntut selain apa yang telah menjadi haknya sebagai karyawan selama bekerja di perusahaan tersebut. Sehingga karena kembali tidak tercapai kesepakatan maka saya siap menghadapi persidangan PHI nantinya,” tegas Yoan.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *