REALITAPOST.COM, BENGKULU – Pihak pengelola Kolam Renang Tirta Amerta Waterpark Bengkulu berkomitmen meningkatkan kualitas fasilitas wahana mereka menuju standar nasional. Upaya ini dilakukan agar kolam renang tersebut siap digunakan untuk berbagai kegiatan olahraga akuatik, baik dalam skala lokal maupun nasional.
Pengelola Tirta Amerta Waterpark, Sugeng, menegaskan bahwa peningkatan fasilitas ini menjadi atensi khusus ke depan. Pihaknya menyatakan siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bengkulu demi mewujudkan target tersebut.
Komitmen dari pihak swasta ini sejalan dengan langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu yang terus memprioritaskan pengembangan olahraga akuatik. Asisten I Setda Pemprov Bengkulu, Herwan Antoni, menyatakan pemerintah akan terus memberikan dukungan, termasuk pada fasilitas milik daerah seperti Kolam Renang Gelora Merah Putih yang telah diperbaiki pada tahun 2025 lalu.
“Kami titip kepada UPT Dispora untuk terus melakukan penataan dan pengelolaan dengan baik,” ujar Herwan.
Herwan juga menyambut baik usulan agar pengelolaan kolam renang ke depan melibatkan Pengurus Provinsi (Pengprov) Akuatik Indonesia Bengkulu. Kolaborasi ini dinilai penting untuk menjaga kualitas fasilitas serta memaksimalkan pemanfaatannya.
“Saya setuju pengelolaannya misalnya dikelola oleh pengurus Akuatik. Tinggal kita bahas bersama,” tambahnya.
Fokus Pembinaan Atlet dan Kesiapan Wasit
Peningkatan infrastruktur ini menjadi angin segar bagi pembinaan prestasi. Ketua Federasi Akuatik Indonesia Provinsi Bengkulu, Erna Sari Dewi, menjelaskan bahwa Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) 2026 yang tengah berjalan merupakan salah satu agenda krusial dalam menyaring atlet-atlet potensial menuju ajang yang lebih tinggi.
“Hari ini ada 28 total perkumpulan yang mengikuti kejuaraan provinsi ini,” kata Erna.
Erna optimistis Bengkulu mampu melahirkan perenang berbakat yang dapat mengharumkan nama daerah di tingkat nasional. “Nothing is impossible. Akan lahir atlet-atlet yang bisa mengharumkan nama Bengkulu,” tegasnya.
Selain itu, Erna mengapresiasi perubahan signifikan pada kualitas fasilitas kolam saat ini yang jauh lebih representatif. “Kita lihat kolam kita ini biru airnya, kalau kemarin butek, kalau sekarang biru,” puji Erna.
Dari kesiapan SDM, Pengprov Akuatik Bengkulu kini sudah memiliki delapan wasit dan juri bersertifikat nasional. Secara keseluruhan, ada 58 wasit dan juri yang diterjunkan dalam Kejurprov 2026 untuk menjamin profesionalitas pertandingan. Kendati demikian, Erna berharap pembangunan fasilitas pendukung seperti kolam pemanasan dan tribun penonton bisa segera direalisasikan agar standar nasional terpenuhi secara utuh.
Target Jangka Panjang Kolam Internasional
Dukungan penuh terhadap ekosistem olahraga renang ini juga ditegaskan oleh Ketua KONI Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain. Ia mengungkapkan bahwa KONI telah berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah untuk membangun sarana olahraga yang lebih representatif.
“Kita akan bangunkan beberapa sarana dan prasarana olahraga, termasuk kolam pendinginan (pemanasan) dan tribun,” ungkap Teuku.
Lebih jauh, Teuku membeberkan bahwa Provinsi Bengkulu memiliki target jangka panjang yang besar, yakni menghadirkan fasilitas olahraga akuatik bertaraf internasional. “Insyaallah nanti kita punya fasilitas standar internasional sehingga tidak malu jika menggelar kegiatan nasional,” pungkasnya.
