REALITAPOST.COM, BENGKULU – Antusiasme pembalap dan pecinta balap motor di Provinsi Bengkulu tampaknya akan kembali mendapat ruang. Setelah sukses menggelar Kapolda Cup Road Race di sirkuit nonpermanen depan Mapolresta Bengkulu pada 23–25 Oktober 2026, Polda Bengkulu mulai menyiapkan event balap motor di sirkuit nonpermanen kawasan Padang Harapan, tepatnya di depan Masjid Raya Baitul Izzah, Kota Bengkulu.
Dirlantas Polda Bengkulu, Kombes Pol Mochammad Hasan, SIK, MH, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menjajaki pelaksanaan event road race di lokasi yang terakhir kali digunakan untuk kegiatan serupa pada 2018 tersebut.
Menurut Hasan, rencana ini berawal dari aspirasi sejumlah pembalap yang menginginkan kembali digelarnya ajang balap motor di sirkuit Padang Harapan.
“Saya mendapat informasi dari teman-teman pembalap yang ingin bernostalgia kembali. Karena itu, saya mencari lokasi sirkuit yang pernah digunakan untuk event road race, terakhir sekitar 2018 di Padang Harapan,” ungkap Hasan.
Ia mengatakan, rencana tersebut sudah dikomunikasikan dengan pihak event organizer (EO), Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI), hingga Kapolda Bengkulu. Respons yang diterima pun positif.
“Sudah saya komunikasikan dengan EO, Ketua IMI dan Pak Kapolda. Alhamdulillah, semuanya menyetujui. Artinya, sekarang tinggal mengatur waktu yang tepat untuk pelaksanaannya,” jelasnya.
Terkait jadwal, Hasan memperkirakan event tersebut paling cepat dapat digelar pada awal 2027. Sementara kemungkinan pelaksanaan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Bengkulu masih akan dikaji lebih lanjut.
Menurutnya, penyelenggaraan road race di kawasan perkotaan membutuhkan persiapan matang, terutama menyangkut mekanisme pelaksanaan dan aspek keselamatan.
“Ini akan kita pelajari lagi karena membutuhkan persiapan dan mekanisme, terutama terkait safety. Namun, akan saya upayakan agar bisa terlaksana,” tambahnya.
Hasan menjelaskan, tingginya antusiasme pembalap di Provinsi Bengkulu menjadi salah satu alasan utama menghidupkan kembali sirkuit Padang Harapan.
Selain memberikan ruang bagi pembalap lokal untuk berkompetisi, penggunaan sirkuit yang memiliki nilai nostalgia tersebut diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi komunitas otomotif, khususnya di Kota Bengkulu.
Meski demikian, pihaknya tidak ingin pelaksanaan event mendatang hanya mengedepankan kemeriahan. Evaluasi dari penyelenggaraan Kapolda Cup Road Race sebelumnya akan menjadi bahan perbaikan.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian di antaranya keamanan penonton, keselamatan pembalap, hingga pengaturan seluruh rangkaian kegiatan agar berjalan lebih maksimal.
“Pertama, yang harus ditingkatkan adalah keamanan penonton dan pembalap, termasuk seluruh rangkaian acaranya. Semuanya harus kita maksimalkan sehingga tidak ada lagi hambatan ataupun masalah di lapangan,” tutup Hasan.
Jika terealisasi, road race di Padang Harapan akan menjadi momentum kembalinya salah satu lokasi bersejarah penyelenggaraan balap motor di Kota Bengkulu sekaligus menambah ruang kompetisi bagi para pembalap daerah.
