berita realitapost

Pasca Keracunan Massal, Wagub Mian Minta Stop Proyek MBG Yang Dikelola Yayasan Milik Meriani

Bengkulu, Realitapost.com — Pasca insiden keracunan massal terhadap ratusan siswa di Kabupaten Lebong akibat proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola SPPG Yayasan Sriwijaya miliki mantan Cawagub Meriani. Wakil Gubernur Mian dalam press konfrens di akun media sosial IG Media Center, menegaskan bahwa dia minta aktivitas proyek MBG tersebut dihentikan sementera waktu selama proses investigasi secara tuntas oleh pihak aparat.

Hal itu disambut baik dari Perkumpulan Pengusaha Media Indonesia (PPMI) Bengkulu. Sebab berdasarkan data sementara, tercatat 404 korban, terdiri dari 362 siswa dan 3 guru yang kini dirawat di RSUD Lebong, serta puluhan lainnya di sejumlah puskesmas. Sebagian besar korban mengalami gejala mual, muntah, hingga lemas setelah mengonsumsi makanan dari dapur SPPG.

“Kita mengapresiasi langkah cepat pak Wagub Mian, yang mengintruksikan penghentian aktivitas proyek MBG sementara dan segera melakukan investigasi,” ungkap Wakil ketua PPMI Bengkulu, Dian Marfani.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, melalui akun Instagram Media Center Pemprov Bengkulu menyatakan rasa prihatin sekaligus meminta langkah cepat aparat.

“Kita turut berduka dengan kejadian di Kabupaten Lebong. Ada kurang lebih seratus tiga puluh siswa-siswi yang keracunan karena mengonsumsi makanan. Kita minta pihak berwenang segera menyelidiki kenapa ini bisa terjadi. Hasil penyelidikan nantinya juga akan dilaporkan ke BGN Pusat untuk ada keputusan yang jelas,” ujar Helmi, Kamis (28/8/2025).

Menurut Helmi, insiden ini tidak seharusnya terjadi apabila pelaksanaan program MBG benar-benar mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kita minta agar pihak berwenang segera melakukan penyelidikan kenapa itu bisa terjadi. Nanti setelah ditemukan apa hasilnya akan dilaporkan ke BGN untuk kemudian bisa memberikan keputusan. Kita harapkan kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” tegasnya.

Plt Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lebong, dr. Eni Efriyani, menyebutkan bahwa pasien semula berjumlah 130 anak, namun melonjak cepat hingga sore hari. “Saat ini, jumlah di RSUD Lebong mencapai 252 pasien. Kalau ditambahkan dari sejumlah puskesmas, totalnya 281 anak,” kata Eni.

Exit mobile version