berita realitapost

Pemkot Bengkulu Bakal Sulap Jalan Kedondong Jadi Pusat Pasar Subuh

Bengkulu, Realitapost.c0m — Pemerintah Kota Bengkulu saat ini menyusun skema penataan kawasan Pasar Panorama dengan memusatkan aktivitas Pasar subuh di Jalan Kedondong. Langkah ini diambil untuk menciptakan ketertiban tanpa menghilangkan ruang bagi para pedagang. Jalan Kedondong yang memiliki panjang sekitar 300 meter diproyeksikan menjadi area legal bagi ratusan pedagang.

Alex Periansyah, Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagrin) Kota Bengkulu, kepada wartawan menjelaskan bahwa akses Jalan Kedondong nantinya akan kita jadikan kawasan pasar subuh dengan kapasitas bisa menampung kurang lebih 350 pedagang.

Pada tahap awal, fokus utama adalah merelokasi 151 pedagang yang terdiri dari penjual sayur, bumbu, ayam, hingga kue yang saat ini masih terpencar di Jalan Semangka dan sekitarnya.

Sebelumnya, dalam Rapat Koordinasi lintas instansi yang dipimpin oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Eddy Apriyanto, mengatakan bahwa tujuan penataan pedagang pasar subuh itu diharapkan pedagang tetap bisa jualan dengan tenang, dan warga tidak lagi terjebak macet di trotoar atau badan jalan.

Aktivitas pasar subuh di Jalan Kedondong sepanjang 300 meter akan ditata sedemikian rupa dengan waktu operasi subuh.”Pasar ini punya aturan waktu yang ketat agar tidak mengganggu lalu lintas siang hari mulai buka jam 17.00 WIB (Sore) dan wajib bersih sebelum jam 07.00 WIB (Pagi). Artinya, saat warga mulai berangkat kerja atau sekolah, Jalan Kedondong sudah harus bersih dan kembali berfungsi sebagai jalan umum,” ujarnya.

Setelah itu, menjamin kebersihan sampah setelah pasar usai. Dan akan ada petugas yang berjaga agar tidak ada parkir liar atau gangguan keamanan. Pasar Subuh biasanya jadi incaran emak-emak karena harganya lebih murah. Produk yang dijual rata-rata masih segar karena langsung dari petani atau produsen, sehingga distribusi pangan jadi lebih cepat dan murah.

“Ini adalah langkah konkret agar pedagang tetap bisa mencari nafkah, tapi ketertiban umum tetap terjaga,” ujar Eddy Apriyanto.

Dengan adanya zonasi yang jelas, diharapkan tidak ada lagi istilah “kucing-kucingan” antara pedagang dan petugas. Kawasan Panorama pun diharapkan bisa jadi ikon belanja pagi yang nyaman bagi warga Kota Bengkulu.(red)

Exit mobile version