berita realitapost

Perumda Tirta Hidayah Upayakan Penuhi Kuota 3.000 SR SPAM KOBEMA

BENGKULU, REALITAPOST.COM — Perumda Tirta Hidayah Kota Bengkulu masih akan mengupayakan pemenuhan usulan kuota awal 3.000 pemasangan sambungan rumah (SR) gratis dalam program SPAM Regional Benteng KOBEMA yang akan dilaksanakan Satker Cipta Karya Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Bengkulu tahun 2026 ini.

Sejauh ini Kota Bengkulu sudah mencatat Daftar Calon Pemerima Manfaat (DCPM) SPAM Regional Benteng KOBEMA sebanyak 944 Sambungan Rumah (SR) sedangkan usulan awal sebanyak 3.000 SR sehingga masih kekurangan 2 ribuan lagi.

Plt Dirut Perumda Tirta Hidayah Kota Bengkulu yang juga sebagai Plt Sekda Kota Bengkulu, Medy Pebriansyah, saat diwawancarai usai mengikuti rapat koordinasi bersama Kepala Dinas PU Kota Noprisman, Perwakilan Dinas PU Provinsi Bengkulu, Bappeda Kota Bengkulu, dan Satker Cipta Karya BPBPK Bengkulu, mengatakan akan memanfaat sisa waktu untuk menambah data warga Sambungan Rumah tersebut.

“Jadi tentu dengan sisa waktu akan kita kejar dalam beberapa minggu ini. Bahkan pihaknya akan mendorong para Ketua RT dan kelurahan untuk ikut memenuhi kuota target awal. Apalagi keinginan pak Walikota juga meminta agar kuota yang ada bisa dipenuhi,” ujar Medy, Kamis (2/4/2026).

Sebelumnya, dalam paparan rakor terdapat beberapa isu permasalahan diantaranya sejumlah 3.250 unit SR terbangun yang didanai oleh DAK Khusus mendukung SPAM Regional Kobema di Kota Bengkulu TA 2024 dan 2025, ditemukan tidak terinerkoneksi dengan IDU dan Offtaker Sebakul-Offtaker Nakau. Dimana seharusnya dana dari DAK tersebut merupakan DAK Khusus SPAM Regional Benteng Kobema.

Lalu, berdasarkan hasuil pengujian alir oleh BPBPK Bengkulu, dinas PUPR Provinsi bersama Dinas PUPR Kota Bengkulu ditemukan bahwa air dari offtaker Sebakul tidak mengalir ke pipa sekunder milik dinas PUPR Kota Bengkulu karena adanya ketidaksesuaian elevasi pemasangan pipa.

Kemudian pelaksanaan uji alir pada pipa sekunder PUPR Kota Bengkulu dari offtaker Nakau belum dapat dilakukan karena belum adanya pemasangan wash Out sebagai otlet penggelontoran pipa. Serta kebutuhan terget output SR pada program pendanaan SBSN di Kota Bengkulu sebanyak 3000 unit SR. Hingga saat ini jumlah BNBA yang terkumpul baru sebanyak 944 SR sehingga hal ini menyebabkan terhambatnya menyelesaikan DED oleh tim perencanaan.

Peliput : Damar

Exit mobile version