berita realitapost

PUPR Kota Bengkulu Intensifkan Monitoring Banjir, Normalisasi Drainase Jadi Prioritas di Titik Rawan

REALITAPOST.COM, BENGKULU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman banjir seiring dengan tingginya intensitas curah hujan yang terjadi belakangan ini.

Tim teknis PU dilaporkan rutin melakukan monitoring langsung di sejumlah wilayah yang memiliki risiko genangan tinggi setiap kali hujan deras mengguyur kota.

Berdasarkan pemetaan terkini, wilayah Kecamatan Kampung Melayu dan Kecamatan Muara Bangkahulu telah menjadi fokus utama pengawasan karena kerentanannya terhadap luapan air. Selain kedua wilayah tersebut, beberapa titik di Kecamatan Ratu Agung dan Sungai Serut juga tetap masuk dalam radar pantauan tim reaksi cepat.

Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu, melalui Kepala Bidang Cipta Karya Tomaiwan, ST, menjelaskan bahwa pemerintah kota telah menyiapkan langkah konkret melalui alokasi anggaran khusus sebesar Rp 30-50 milliar tahun ini. Dana tersebut difokuskan untuk percepatan penanganan banjir, terutama pada program normalisasi saluran drainase dan perbaikan infrastruktur yang rusak.

“Kami melakukan monitoring secara berkala, terutama saat curah hujan tinggi. Fokus kami saat ini adalah mengembalikan fungsi saluran air melalui normalisasi agar debit air yang besar dapat mengalir dengan lancar tanpa meluap ke permukiman warga,” ujar Tomaiwan kepada media realitapost.com

Selain normalisasi, Dinas PUPR juga tengah mengupayakan perbaikan drainase di kawasan permukiman yang kondisinya sudah tidak memadai. Masyarakat pun diimbau untuk turut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke dalam saluran air guna mendukung efektivitas infrastruktur yang tengah diperbaiki oleh pemerintah.

Langkah antisipasi ini diharapkan dapat meminimalisir dampak kerugian bagi warga, mengingat Kota Bengkulu memiliki beberapa titik yang secara topografi memang rawan terdampak luapan sungai maupun genangan air hujan.(Damar)

Exit mobile version