Home โ€บ Bengkulu โ€บ Restu Presiden Prabowo Dikantongi, Proyek Tol Bengkulu-Lubuk Linggau Terhambat Dana Sindikasi Raksasa

Restu Presiden Prabowo Dikantongi, Proyek Tol Bengkulu-Lubuk Linggau Terhambat Dana Sindikasi Raksasa

BENGKULU, REALITAPOST.COM – Upaya keras Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk menghidupkan kembali proyek strategis Jalan Tol Bengkulu – Lubuk Linggau ternyata belum menemui titik terang.

Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu, Mian, mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Presiden RI Prabowo Subianto terkait kelanjutan mega proyek yang menjadi urat nadi konektivitas Sumatera tersebut.

Bahkan, menurut Mian, Presiden Prabowo telah memberikan restu dan lampu hijau agar Pemerintah Daerah segera berkoordinasi secara intensif dengan jajaran Kementerian Koordinator dan Sekretariat Negara (Sesneg).”

Saya sudah berbicara langsung dengan Bapak Presiden Prabowo. Beliau memberikan restu kepada saya untuk berkoordinasi langsung dengan Menko dan Sesneg terkait nasib kelanjutan jalan tol Bengkulu-Lubuk Linggau,” ujar Wagub Mian dalam keterangannya usai menghadiri acara Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu, Senin (26/10/2026).

Namun, restu orang nomor satu di Indonesia itu ternyata belum cukup untuk langsung mengeksekusi pembangunan. Hasil pertemuan tindak lanjut dengan pemerintah pusat justru masih mentok pada persoalan klasik yakni kesiapan dana yang tidak sedikit.

Mian membeberkan, berdasarkan penjelasan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, kelanjutan pembangunan jalan tol tersebut membutuhkan skema pendanaan yang luar biasa besar.

“Menurut Menko Perekonomian Bapak Airlangga Hartarto, kelanjutan pembangunan jalan itu membutuhkan dana sindikasi yang sangat besar sehingga membutuhkan pemikiran dan dana yang cukup banyak,” beber Mian.

Mian menjelaskan, salah satu penyebab utama membengkaknya kebutuhan anggaran tersebut adalah faktor geografis yang sangat menantang. Trase tol Bengkulu-Lubuk Linggau harus membelah kawasan Bukit Barisan dengan kontur perbukitan, hutan, dan kondisi tanah yang tidak mudah, sehingga membutuhkan teknologi konstruksi dan biaya yang jauh lebih tinggi dibandingkan tol di Pulau Jawa.

Meski menghadapi tembok tebal soal pendanaan, Mian menegaskan pihaknya tidak akan menyerah. Koordinasi dengan pemerintah pusat akan terus dilakukan karena jalan tol ini dinilai vital untuk mendongkrak ekonomi, pariwisata, dan logistik Bengkulu yang selama ini terisolasi dari jaringan tol Trans-Sumatera.

“Ini soal perjuangan. Dana sindikasi memang besar, tapi kami akan terus cari jalan. Karena tanpa tol ini, Bengkulu akan terus tertinggal,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *