Sekolah Pasar Modal STAIN Curup Solusi Melawan Investasi Bodong

REJANG
LEBONG –
Maraknya modus
investasi bodong yang ditawarkan banyak pihak membuat STAIN Curup Kabupaten
Rejang Lebong Provinsi Bengkulu ikut melawan segala bentuk investasi bodong,
sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak menjadi korban.

Dengan menggandeng Indoesia Stock Exchange
(IDX)/Bursa Efek Indonesia (BEI) Bengkulu, dan PT Phintraco Sekuritas. Prodi Ekonomi
Syariah STAIN Curup menggelar kegiatan sekolah Pasar Modal, Selasa pagi (23 Januari 2018) yang dipusatkan
diruangan multimedia perpustakaan yang dihadiri mahasiswa prodi dan masyarakat
umum.

Kepala Prodi Ekonomi Syariah, Noprizal, mengatakan
kegiatan sosialisasi Pasar Modal bagi kalangan perguruan tinggi sebagai salah
satu materi perkuliahan yang diberikan kepada setiap mahasiswa. Sehingga
program ini sangat mendukung sekali termasuk penelitian dosen tentang saham
pihak BEI siap membantu.

“Kegiatan ini juga sebagai upaya untuk melawan
segala jenis investasi bodong yang banyak orang tergiur dengan itu. Bahkan bila
ada investasi bodong bisa dilaporkan kepada pihak berwajib karena ilegal dan
telah dilarang oleh OJK dan BEI. Apalagi ciri-ciri investasi bodong itu
iming-imingnya luar biasa dan diluar pengawasan OJK,” papar pria berdarah
minang ini.

Kepala BEI, Bayu Saputra disela-sela acara
menyampaikan apresiasi tinggi kepada STAIN Curup yang sudah memberikan ruang Galeri
Investasi Saham (GIS) kepada mahasiswa untuk berwirausaha dengan berinvestasi
saham. Untuk itu peran perguruan tinggi dan Pemerintah bersama BEI dan OJK
semangat mengkampanyekan gerakan edukasi pasar modal kepada masyarakat. Karena
saat ini pasar modal tidak lagi identik dengan masyarakat kota, melainkan sudah
merambah kepada masyarakat di Kabupaten dari setiap kalangan.

“Jadi semua orang sekarang sudah bisa
berinvestasi saham dari ratusan perusahaan yang sudah terdaftar dalam data BEI.
Makanya kami terus menggaungkan semangat berinvestasi mulai dari masyarakat
umum, mahasiswa sampai kepada adik-adik pelajar. Bahkan, sampai kepada
masyarakat Desa karena kemajuan teknologi memberikan banyak kemudaham dalam berinvestasi
yang aman,” terangnya.

Apalagi berinvestasi atau menabung saham dari
BEI memberikan keuntungan besar kepada masyarakat. Tidak perlu uang banyak
untuk memulai investasi karena dengan uang Rp 100 ribu, masyarakat umum sudah
bisa melakukan transaksi jual beli saham disetiap perusahaan besar yang ada di
Indonesia.

Selain itu, keberadaan OJK, dan KPEI, KSEI
serta lembaga lainnya secara bersama-sama memberikan pengawasan terhadap semua
perusahaan dan memberikan jaminan terhadap setiap investor.”Jadi tidak perlu
ragu dengan saham yang sudah diinvestasikan disetiap perusahaan,” terangnya.[DMR]

Exit mobile version