berita realitapost

Tembus Pasar Afrika Selatan, UMKM Bengkulu Cetak Transaksi Miliaran Rupiah di KKI 2026

REALITAPOST.COM, BENGKULU – Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Provinsi Bengkulu sukses unjuk gigi di kancah nasional hingga internasional dalam gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Melalui kolaborasi apik Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bengkulu bersama Dekranasda dan Dharma Wanita Provinsi Bengkulu, para pelaku usaha lokal berhasil mencatatkan performa penjualan yang luar biasa.

Dari total partisipasi 32 UMKM yang bertarung secara daring (online) dan 6 UMKM secara luring (offline), Bengkulu sukses membukukan total omzet yang fantastis. Penjualan online mendominasi dengan raihan mencapai Rp 1,195 miliar, disusul penjualan offline sebesar Rp 49,20 juta.

Tak sekadar mencetak omzet harian, KKI 2026 juga menjadi jembatan emas bagi UMKM Bumi Raflesia untuk menembus pasar ekspor melalui fasilitasi temu bisnis (Business Matching).Kopi Robusta Bengkulu, misalnya. Melalui UMKM Kopi Bukit Barisan, produk unggulan ini sukses memikat Indonesia Specialty Coffee. Keduanya resmi menandatangani Letter of Intent (LoI) untuk pemesanan greenbean (biji kopi mentah) sebanyak 500 kilogram, dengan nilai kontrak awal sebesar Rp 35.500.000.

Prestasi tak kalah mentereng ditorehkan oleh sektor kuliner. CV Jaya Rasa, UMKM yang bergerak di industri makanan dan minuman, berhasil mengamankan kontrak ekspor 500 unit makanan ringan tradisional khas Bengkulu, Perut Punai. Camilan lokal ini siap meluncur ke pasar Afrika Selatan dengan nilai kontrak sebesar USD 1.500.

Capaian konkret dalam perluasan akses pasar ekspor pada KKI 2026 ini menjadi bukti sahih bahwa kualitas produk komoditas maupun olahan pangan Bengkulu telah diakui dan dapat diterima dengan baik oleh pasar luar negeri.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian ini. Menurutnya, hasil nyata ini memvalidasi kapasitas daya saing produk lokal di panggung yang lebih luas.

“Ini membuktikan bahwa UMKM Bengkulu layak bersaing dan bersanding dengan UMKM lain di Indonesia untuk mendunia,” ujar Wahyu optimis.

Melihat potensi besar tersebut, Wahyu mengajak seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) di Bengkulu untuk tidak melonggarkan sinergi. Semangat kolaborasi harus terus dipompa demi mendukung UMKM lokal agar terus bangkit, tangguh, berdaya saing tinggi, dan mempercepat proses naik kelas.

“Sinergi berkelanjutan antara korporasi, perbankan, dan pelaku usaha di daerah diyakini mampu membangun ekosistem di mana usaha kecil memiliki ruang besar untuk tumbuh. Sekaligus, menjadi penggerak utama ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.(Damar)

Exit mobile version