BENGKULU, REALITAPOST.COM — Balai Bahasa Provinsi Bengkulu menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah Provinsi Bengkulu di Kabupaten Bengkulu Tengah yang dilaksanakan di SDN 15 Bengkulu Tengah selama tiga hari, Senin—Rabu, 6—8 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari kepala sekolah, guru bahasa Indonesia, guru muatan lokal, guru pendidikan seni, perwakilan KKG SD dan MGMP Bahasa Indonesia SMP, serta pengawas SD dan SMP yang menjadi penggerak revitalisasi bahasa daerah di Kabupaten Bengkulu Tengah.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Tengah, Erriyanto, S.Pd., M.A.P., didampingi oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Andriana Yohan, S.S.,M.A. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan revitalisasi bahasa daerah sebagai upaya pelestarian bahasa daerah melalui dunia pendidikan. Ia juga berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik sehingga mampu mengimplementasikan hasil pelatihan di sekolah masing-masing.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi pelatihan yang disampaikan oleh narasumber yang ahli pada bidangnya. Materi yang diberikan meliputi menulis cerpen bahasa daerah, menulis dan membaca puisi bahasa Daerah, menulis dan membaca Aksara Ulu, mendongeng, komedi tunggal, serta pidato Bahasa Daerah. Materi-materi tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengajarkan bahasa daerah secara kreatif, inovatif, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Melalui kegiatan ini, Balai Bahasa Provinsi Bengkulu berharap para guru utama dapat menjadi agen pelestarian bahasa daerah di lingkungan sekolah. Selain itu, hasil pelatihan diharapkan dapat ditindaklanjuti dengan kegiatan pembelajaran berbasis bahasa daerah serta pengembangan produk-produk kreatif yang mendukung revitalisasi bahasa daerah di Kabupaten Bengkulu Tengah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program revitalisasi bahasa daerah yang terus digalakkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Balai Bahasa Provinsi Bengkulu. Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah agar tetap hidup dan digunakan oleh generasi muda.(Red)

















