REALITAPOST.COM, YOGYAKARTA – Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Komisi III, Ustadz Andi Saputra, benar-benar tahu cara membuat kunjungan kerja menjadi panggung pembuktian.
Hadir di Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UMKM Kota Yogyakarta, legislator nyentrik nan enerjik ini datang bukan untuk sekadar bertukar kartu nama, melainkan membawa misi besar: mengobarkan revolusi ekonomi kreatif di Bumi Rafflesia!
Dengan gaya bicaranya yang lugas dan berapi-api, Ustadz Andi langsung “menantang” ekosistem Jogja dengan membeberkan deretan “harta karun” yang dimiliki Kota Bengkulu.
Menurutnya, Bengkulu adalah raksasa yang sedang tidur dengan potensi wisata, sejarah, dan kuliner yang super lengkap.
“Bengkulu itu paket komplit! Kita punya eksotisme Pantai Panjang, jejak megah Benteng Marlborough, hingga romantisme sejarah di Rumah Bung Karno dan Ibu Fatmawati,” jelasnya
“Kulinernya? Jangan tanya! Kita punya cita rasa magis Pendap, keunikan Tempoyak, manisnya Kue Tart, hingga kesegaran Jeruk Kalamansi yang tiada dua. Belum lagi anggunnya Batik Besurek. Sekarang tugas kita adalah mengemas semua potensi ini dengan sentuhan inovasi modern agar naik kelas!” tegas Ustadz Andi dengan penuh keyakinan.
Di hadapan para pejabat Pemkot Jogja, Ustadz Andi menguliti strategi bagaimana Yogyakarta berhasil menyulap budaya dan produk lokal mereka menjadi magnet ekonomi yang menghidupkan jutaan UMKM.
Beliau menilai sudah saatnya Pemerintah Kota Bengkulu meniru keberanian Jogja dalam mengorkestrasi aset daerah.
Ustadz Andi membayangkan sebuah masa depan di mana wisatawan tidak hanya datang ke Pantai Panjang untuk melihat ombak, tetapi pulang dengan menenteng kopi robusta berkemasan estetik.
Beliau ingin para pelancong yang belajar sejarah di Rumah Bung Karno atau Benteng Marlborough disuguhi narasi kuat (story telling) yang melekat pada kelezatan pendap dan segarnya sirup kalamansi, lalu membawa pulang Batik Besurek yang telah didesain sesuai tren pasar global.
“Kita punya bahan bakunya, kita punya sejarah besarnya. Yang kita butuhkan sekarang adalah kemauan politik dari pemerintah kota untuk memfasilitasi kemasan, digitalisasi massal, dan jaminan pasar seperti yang dilakukan Jogja.
Kolaborasi ini harus kita bawa pulang dan eksekusi di Bengkulu!” tambah legislator yang dikenal dekat dengan umat tersebut.
Kunjungan kerja ke Kota Gudeg ini menjadi sinyal kuat bahwa Komisi III DPRD Kota Bengkulu, di bawah kawalan Ustadz Andi Saputra, akan bergerak agresif mendorong regulasi dan program kerja yang berpihak pada pelaku usaha kreatif. Bersiaplah warga Bengkulu, produk-produk kebanggaan kita kini tengah bersiap menuju panggung dunia!

















