berita realitapost

LAWAN KEPUNAHAN! Balai Bahasa Bengkulu Gerakkan Revitalisasi Bahasa Daerah Lewat Guru Utama

banner 120x600

Realitapost.com, BENGKULU – Perang melawan kepunahan bahasa daerah resmi dimulai! Balai Bahasa Provinsi Bengkulu tancap gas dengan menggelar Bimbingan Teknis Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2026 selama 3 hari, 16–18 Juli 2026 di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Bengkulu.

Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah untuk menjaga warisan budaya Bengkulu agar tidak punah ditelan zaman.

Sebanyak 25 guru pilihan dari SD dan SMP se-Kota Bengkulu, ditambah unsur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, dikumpulkan dan ditempa menjadi “guru utama”. Mereka akan menjadi ujung tombak penggerak program revitalisasi di sekolah masing-masing.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Andriana Yohan, S.S., M.A. Ia menegaskan, revitalisasi bukan sekadar soal bicara bahasa daerah di kelas.

“Revitalisasi bahasa daerah bukan hanya tentang menjaga bahasa agar tetap digunakan, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap bahasa ibunya. Peran guru sangat penting dalam mewariskan bahasa daerah melalui pembelajaran yang menarik dan bermakna,” tegas Andriana.

Ia menantang para peserta untuk menjadi agen pelestarian. Setelah bimtek, ilmu yang didapat wajib diimbaskan ke rekan sejawat dan diterapkan langsung ke siswa. Tujuannya: efek domino pelestarian bahasa daerah bisa berjalan berkelanjutan.

Dibekali Jurus Komplit: Dari Cerpen Hingga Aksara Ulu

Selama 3 hari, para guru tidak hanya duduk mendengarkan teori. Mereka dibombardir materi praktik langsung oleh narasumber ahli, di antaranya:

– Menulis Cerpen Bahasa Daerah

– Menulis dan Membaca Puisi Bahasa Daerah

– Menulis dan Membaca Aksara Ulu

– Teknik Mendongeng & Komedi Tunggal Bahasa Daerah

– Pidato Bahasa Daerah

Semua materi dirancang agar guru bisa mengajar dengan cara kreatif, inovatif, dan menyenangkan. Harapannya, siswa tidak menganggap bahasa daerah kuno dan membosankan, tapi justru bangga menggunakannya.

Balai Bahasa Provinsi Bengkulu optimistis, dengan lahirnya 25 “motor penggerak” baru ini, ekosistem pelindungan bahasa daerah di sekolah akan semakin kuat.

Targetnya jelas: menanamkan rasa cinta dan bangga terhadap kekayaan bahasa dan budaya Bengkulu kepada generasi penerus, sebelum terlambat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *