berita realitapost

KPK Gempur Kota Bengkulu: Sepekan Penggeledahan Marathon, Rumah Pejabat hingga Legislator Digeledah

banner 120x600

REALITAPOST.COM, BENGKULU — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI gencar melakukan pergerakan masif di wilayah Kota Bengkulu dalam sepekan terakhir. Tim penyidik lembaga antirasuah tersebut menggelar operasi penggeledahan marathon di sejumlah lokasi strategis, mulai dari kediaman petinggi birokrasi, aparatur sipil negara (ASN) kedinasan, kontraktor swasta, hingga rumah pribadi anggota DPRD Kota Bengkulu.

Rangkaian penggeledahan yang dikawal ketat oleh aparat kepolisian bersenjata lengkap ini diduga kuat berkaitan dengan pengembangan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu.

Gempuran awal KPK menyasar rumah pribadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu Noprisman, kediaman Mantan Penjabat (Pj) Walikota Bengkulu Arif Gunadi, serta rumah Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Bengkulu Syofyan Tosoni.

Aksi penggeledahan terus berlanjut pada Rabu (12/8). Penyidik KPK mendatangi rumah dan mobil pribadi Hendra Okta, seorang fungsional ASN pada Dinas PUPR Kota Bengkulu, yang berlokasi di Kelurahan Nusa Indah, Kecamatan Ratu Agung. Dari lokasi ini, penyidik membawa keluar tiga koper yang diduga kuat berisi dokumen-dokumen penting terkait pemproyeksian daerah.Intensitas operasi semakin meningkat pada Kamis pagi (13/8). KPK menyisir dua lokasi berbeda secara bersamaan, yakni rumah pribadi seorang kontraktor bernama Budi Masri dan rumah Kepala Bidang Sumber Daya Alam (SDA) Dinas PUPR Kota Bengkulu, Agus Suhendra Wijaya. Berdasarkan hasil penggeledahan di dua tempat tersebut, penyidik menyita masing-masing tiga koper berisi sejumlah dokumen bermuatan pembuktian hukum.

Tak berhenti di ranah eksekutif dan swasta, menjelang malam hari penyidik KPK menggeser target ke sektor legislatif. Rumah pribadi anggota DPRD Kota Bengkulu, Vinna Ledy Anggraheni, yang berada di kawasan Kelurahan Cempaka Permai, Kecamatan Gading Cempaka, digeledah secara intensif untuk mencari bukti-bukti tambahan.

Agresivitas KPK dalam mengusut tuntas praktik rasuah di Bumi Rafflesia ini mendapatkan respons positif dari tingkat legislatif yang lebih tinggi. Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Bengkulu, Suharto, SE, secara terbuka melayangkan apresiasi atas langkah tegas tim penyidik.

Suharto menilai, tindakan berani KPK dalam mengungkap dan memberantas praktik korupsi di Kota Bengkulu, serta Provinsi Bengkulu pada umumnya, patut dipuji. Menurutnya, langkah ini sangat sejalan dengan komitmen dan visi besar Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembersihan birokrasi dari tindak pidana korupsi sebagai prioritas utama jalannya pemerintahan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak KPK belum memberikan keterangan resmi terkait status hukum dari para pihak yang rumahnya digeledah. Namun, koper-koper dokumen yang disita dipastikan akan menjadi materi penting dalam proses penyidikan lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *