Mukomuko, Realitapost.com — Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus berupaya meningkatkan kualitas mutu pendidikan di daerah ini.
Salah satu langkah nyata yang akan dilakukan adalah penyaluran bantuan sebanyak 237 unit laptop kepada guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di seluruh kecamatan.
Tujuannya, tidak hanya untuk menunjang kinerja tenaga pendidik, tetapi juga mendorong percepatan transformasi digital di sektor pendidikan.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Mukomuko, Ramon Hosky, ST menjelaskan bahwa distribusi laptop tersebut telah direncanakan secara matang melalui proses pendataan dan verifikasi yang ketat.
Dari total 237 unit laptop yang akan dibagikan, 166 unit diperuntukkan bagi guru SD dan 71 unit untuk guru SMP. Semua penerima dipastikan telah memenuhi kriteria yang ditentukan sesuai regulasi yang berlaku.
“Target kami, penyaluran program Sagusala ini dapat direalisasikan pada November mendatang. Dengan adanya fasilitas ini, guru diharapkan mampu lebih optimal dalam memanfaatkan teknologi untuk proses pembelajaran,” ujarnya.
Ramon menegaskan, perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat sudah menjadi kebutuhan yang tak terelakkan di dunia pendidikan. Guru sebagai ujung tombak proses belajar mengajar dituntut untuk adaptif terhadap perkembangan tersebut.
“Teknologi sudah menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran di era modern ini. Kami berharap dengan adanya bantuan laptop ini, kompetensi guru dalam pemanfaatan teknologi akan semakin meningkat, sehingga metode pengajaran menjadi lebih inovatif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan siswa saat ini,” terangnya.
Lebih lanjut, ia juga berharap seluruh proses pendistribusian berjalan lancar dan tanpa hambatan. Pemkab Mukomuko akan memastikan setiap perangkat diterima dan digunakan sebagaimana mestinya. Dan diharapkannya, bantuan ini benar-benar bermanfaat dan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Mukomuko.
“Kami ingin para guru tidak hanya mampu mengoperasikan perangkat ini, tetapi juga menjadikannya sebagai alat bantu untuk mencetak generasi yang lebih cerdas, kreatif, dan siap bersaing di masa depan,” pungkasnya.