Home › Ekonomi › Ekonomi Literasi Kolaboratif: Langkah Strategis Bengkulu Wujudkan Masyarakat Cerdas dan Sejahtera

Ekonomi Literasi Kolaboratif: Langkah Strategis Bengkulu Wujudkan Masyarakat Cerdas dan Sejahtera

REALITAPOST.COM, BENGKULU – Membaca bukan sekadar merangkai kata di atas kertas, melainkan fondasi utama untuk membangun peradaban dan kesejahteraan masyarakat. Kesadaran inilah yang mengemuka dalam Seminar Nasional Literasi di Aula Perpustakaan Provinsi Bengkulu, Rabu (30/9/2026), yang menegaskan bahwa gerakan membaca harus dimulai dari ruang keluarga terkecil

Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Ekonomi Literasi yang Kolaboratif, Inovatif, dan Berkelanjutan” ini dipusatkan di Aula Perpustakaan Provinsi Bengkulu dengan menghadirkan para tokoh inspiratif sebagai keynote speaker.
Para pembicara utama yang hadir dalam acara ini diantaranya, DR. H. Meri Sasdi, M.Pd (Kepala Perpustakaan Provinsi Bengkulu), Kombes Pol. Rahmat Hidayat (Kapolresta Bengkulu) dan Gol A Gong (Duta Baca Indonesia).

Dalam pemaparannya, Kapolresta Bengkulu Kombes Pol. Rahmat Hidayat membagikan kisah perjalanan hidupnya. Mantan Kapolresta Tegal Kota periode 2021–2023 yang tumbuh dari keluarga seorang guru ini menekankan bahwa kebiasaan membaca harus dibentuk sejak dini dari rumah. Menurutnya, orang tua adalah teladan utama bagi anak-anak dalam membentuk karakter.

“Orang tua adalah cerminan dari anak-anak kita. Budaya literasi sangat penting dalam meningkatkan pemahaman dan pengetahuan akan kondisi yang ada. Mari mulai membangun ekosistem membaca di rumah, sehingga membentuk anak yang semakin dewasa dalam berpikir dan bijak dalam bertindak,” ujar Rahmat.

Sementara itu, Apresiasi dan harapan serupa disampaikan oleh Kepala DPK Provinsi Bengkulu, DR. H. Meri Sasdi, M.Pd. Ia menegaskan bahwa seminar nasional ini harus menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar-lembaga dalam jangka panjang. Meri berharap hasil dari pertemuan ini mampu melahirkan ekosistem literasi yang tidak hanya kolaboratif, tetapi juga inovatif di seluruh lapisan masyarakat Bengkulu.

Disisi lain, Duta Baca Indonesia Gol A Gong menyoroti realitas generasi muda di era digital. Ia menilai fenomena remaja yang lebih gemar berselancar di media sosial ketimbang membaca buku fisik adalah sebuah kondisi yang wajar dan harus diterima sebagai tantangan zaman.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Gol A Gong mengajak seluruh pihak, khususnya insan pers, untuk ikut bertanggung jawab dalam menggairahkan kembali semangat membaca masyarakat melalui program-program yang kreatif.

“Jadi, media jangan hanya fokus memberitakan sebuah peristiwa saja. Lebih dari itu, media harus bisa ikut andil dalam membuat kegiatan literasi, seperti lomba video atau aktivitas lain yang sifatnya membangun semangat membaca,” pungkas Gol A Gong.

Seminar ini diakhiri dengan komitmen bersama antara pemerintah, aparat penegak hukum, relawan, dan pegiat literasi untuk terus bergerak bersama menciptakan masyarakat Bengkulu yang cerdas, bijak, dan literat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *