Bengkulu, Realitapost.com – Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Bengkulu, Yosia Yodan, didampingi Ketua Bidang I OKK Ahmad Basir menghadiri Sarasehan Perekonomian Bengkulu yang bertajuk “Sinergi Moneter dan Fiskal Mewujudkan Transformasi Perekonomian Bengkulu untuk Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan”. Acara ini diselenggarakan oleh Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu di Ballroom Two K Azana Style Hotel, Kota Bengkulu, pada Kamis (20/03).
Dalam kesempatan tersebut, Yosia Yodan menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya sarasehan ini, dari data yang ditampilkan menunjukkan tren positif pertumbuhan ekonomi Bengkulu.
“Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat dan Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu Muhammad Irfan Surya Wardana, ekonomi kita masih dalam tren pertumbuhan yang positif. Ini tentu menjadi stimulus bagi para pengusaha, khususnya di BPD HIPMI Bengkulu, agar semakin optimis dalam mengembangkan usahanya,” ujar Yosia.
Menurutnya, pemerintah telah meluncurkan berbagai program yang dapat menjadi peluang bagi pengusaha untuk berkembang. Salah satu program yang disoroti adalah Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi generasi penerus bangsa.
“Program MBG ini sebenarnya sudah diterapkan di beberapa negara maju seperti China selama puluhan tahun. Dampaknya sangat besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk konsentrasi belajar yang lebih baik dan peningkatan IQ. Jika program ini berjalan dengan baik di Indonesia, maka kita bisa lebih kompetitif dengan negara-negara maju lainnya,” jelasnya.
Selain membahas program pemerintah, Yosia juga menyoroti kesiapan Bank Indonesia dalam mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bengkulu. Ia berharap BPD HIPMI Bengkulu dapat mengadakan audiensi khusus dengan Bank Indonesia untuk membahas pengembangan UMKM di wilayah tersebut.
“Saya harap nanti ada sesi khusus bagi teman-teman BPD HIPMI Bengkulu yang serius ingin mengembangkan UMKM mereka. Dengan adanya dukungan dari Bank Indonesia, peluang untuk bertumbuh semakin besar,” ungkapnya.
Yosia juga menambahkan bahwa sektor pertanian dan UMKM lainnya harus mendapat perhatian khusus. “Selain UMKM secara umum, tadi juga disinggung mengenai UMKM di sektor pertanian. Kami dari BPD HIPMI Bengkulu akan terus memberikan dukungan agar mereka bisa berkembang lebih baik,” tambahnya.
Kolaborasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu
Sarasehan ini menjadi momentum penting bagi seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem ekonomi Bengkulu. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga keuangan seperti Bank Indonesia diharapkan dapat membawa perubahan positif.
“Kita harus berkolaborasi untuk memajukan ekonomi Bengkulu. Dalam tiga tahun ke depan, kita ingin melihat pengusaha muda tumbuh dan berkembang bersama-sama. Semangat ini harus kita jaga dan wujudkan dalam aksi nyata,” tegas Yosia.
Sarasehan ini juga menjadi ajang diskusi strategis dalam merumuskan langkah-langkah konkret guna mempercepat pertumbuhan ekonomi Bengkulu. Dengan adanya sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal, diharapkan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dapat tercapai.
Melalui partisipasi aktif dalam acara ini, BPD HIPMI Bengkulu menunjukkan komitmennya untuk terus mendukung pengusaha muda dalam menghadapi tantangan ekonomi serta memanfaatkan peluang yang ada. Dengan kerja sama yang erat antara berbagai pihak, optimisme terhadap masa depan ekonomi Bengkulu semakin menguat.