berita realitapost
banner 728x250

Kasus Siswa SMAN 5 Tetap Masuk Sekolah, Gubernur Tegaskan Tidak Bisa Kekeh

Kasus dugaan skandal permainan sistem penerimaan siswa baru SMAN 5 Kota Bengkulu jadi sorotan gubernur.
banner 120x600

Bengkulu, Realitapost.com — Kasus dikeluarkannya 78 siswa baru SMAN 5 Kota Bengkulu, yang telah viral belakangan ini menuai banyak perhatian pihak, dalam mengungkap dan menyelesaikan dugaan skandal permainan. Terhadap sistem penerimaan siswa baru yang nyaris terjadi setiap tahun ajaran baru.

Baru-baru ini Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, dalam keterangan pers kepada awak media angkat bicara, soal kasus dikeluarnya siswa baru SMAN 5 Kota Bengkulu tersebut.

Dia mengatakan sejauh ini telah memerintahkan pihak Inspeketorat, dan Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu untuk segera tegakkan aturan. Sejauh ini, informasi yang dia terima proses tersebut sedang dilakukan.

“Apalagi saat zaman sudah transparan, sehingga tidak ada yang bisa ditutup-tutupi. Jadi nanti siapa yang melakukan kealpaan akan mendapatkan hukuman,” tegasnya.

Gubernur, juga menekankan bahwa, yang terpenting jangan sampai para siswa tersebut, tidak boleh ada siswa siswi yang dirugikan. Maksudnya, jangan ada siswa yang terlontang lantung dengan masalah ini. Semua harus diletakkan pada aturan, ada yang harus dipindahkan ke sekolah terdekat

Dia juga mengaku, sudah mengeluarkan surat atas dasar penjelasan dari KPK. Bahwa meminta Pemerintah Dareah, agar tega lurus dengan aturan Kemendikbud yang sudah dikeluarkan.

Surat itu kemudian, sudah disampaikan kepada seluruh Kepala Sekolah, baik SMA dan SMK sederajat untuk mematuhi aturan yang sudah dikeluarkan.

Ketika disinggung, soal masih banyak siswa yang kekeh masuk sekolah! Gubernur menanggapi bahwa yang namanya aturan tetap dipedomani, dan yang membuat aturan itu bukan Pemerintah Daerah, tetapi Pemerintah Pusat melalui Kementerian. Sehingga harus tunduk pada aturan yang sudah ada tersebut. Bahkan KPK sudah memberikan arahan, agar tidak boleh keluar daripada aturan itu.

Jadi, sepanjang sudah ada ketentuan, maka jangan dipaksakan. Karena yang akan repot itu nanti adalah siswa itu sendiri, bagaiman soal rapornya.”Kalau tidak dapat rapat, 1000 tahun pun dikelas tetap tidak akan dapat,” ujarnya.

Dia juga meminta agar semua siswa baru yang diterima maupun yang tidak segera diumumkan.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *