REALITAPOST.COM, BENGKULU – Sekretaris Masyarakat Antifitnah Indonesia MAFINDO Provinsi Bengkulu, Iyut Dwi Mursito, mendorong perusahaan besar yang beroperasi di Bengkulu untuk menjalankan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan CSR secara lebih tepat sasaran dan terarah.
Menurutnya, arah CSR harus sejalan dengan semangat dan rencana pembangunan yang telah disusun Pemerintah Daerah.
Hal itu disampaikan Iyut menyikapi tren pemberitaan CSR di daerah yang masih didominasi kegiatan bagi-bagi sembako dan acara seremonial.
Iyut mengamati, selama ini banyak program CSR perusahaan yang masih berkutat pada pemberian bantuan sembako dan kegiatan seremonial sesaat yang melibatkan banyak masyarakat.
“Praktik seperti itu memang terlihat meriah dan cepat viral. Tapi dampak manfaatnya kecil dan tidak berkelanjutan bagi masyarakat penerima manfaat,” ujar Iyut, Minggu 28/6/2026.
Ia menegaskan, perusahaan hadir di suatu daerah tentu memanfaatkan sumber daya dan ruang sosial masyarakat. Karena itu, keberpihakan perusahaan harus diwujudkan lewat program yang punya efek jangka panjang.
“CSR yang tepat itu yang menjawab kebutuhan riil daerah. Misalnya penguatan UMKM, peningkatan literasi digital, perbaikan fasilitas publik, atau pelatihan keterampilan. Itu baru sejalan dengan semangat pembangunan Pemda,” jelasnya.
Selain perusahaan, Iyut juga menyoroti peran media. Ia menilai tantangan saat ini justru ada pada semangat dan peran jurnalis dalam mengawal narasi CSR.
“Jurnalis punya peran penting. Jangan hanya meliput seremoninya saja. Tugas kita menyajikan konten CSR yang dikemas menarik, tapi padat pesan penting untuk masyarakat luas,” katanya.
Menurutnya, pemberitaan CSR yang berkualitas bisa menjadi alat kontrol sosial sekaligus edukasi. Masyarakat jadi tahu kemana dana CSR mengalir, dan perusahaan terpacu membuat program yang lebih substantif.
“Kalau medianya hanya copy-paste rilis seremonial, ya CSR kita tidak akan naik kelas. Harus ada narasi dampak, keberlanjutan, dan kebermanfaatan,” tutup Iyut.
MAFINDO Bengkulu sendiri selama ini aktif mendorong literasi digital dan cek fakta di daerah, sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem informasi yang sehat di Bengkulu.
