Bengkulu, Realitapost.com — Pemerintah Kota Bengkulu melalui Plt Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, Medy Pebriansyah, menegaskan komitmennya dalam menata kawasan wisata Pantai Panjang secara menyeluruh tanpa tebang pilih.
Langkah tersebut dilakukan demi menciptakan kawasan wisata yang lebih tertata, menarik, bersih, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.
Penataan kawasan dilakukan melalui tim penataan dan penertiban yang bertugas melakukan evaluasi serta penataan lanjutan terhadap bangunan liar, lapak, pondok, dan atribut lainnya di kawasan HPL Pantai Panjang.
Dalam surat resmi yang diterbitkan Pemerintah Kota Bengkulu, tim penataan bersama instansi terkait dijadwalkan melakukan kegiatan lanjutan penataan kawasan pada akhir April 2026. Kegiatan tersebut melibatkan personel gabungan guna memastikan proses penataan berjalan tertib dan sesuai aturan.
Plt Sekda Kota Bengkulu, Medy Pebriansyah, menyampaikan bahwa penataan dilakukan secara bertahap dan tidak menyasar pihak tertentu. Seluruh bangunan yang dinilai tidak sesuai ketentuan akan ditindak berdasarkan aturan yang berlaku.
“Penataan ini dilakukan demi kepentingan bersama agar kawasan wisata Pantai Panjang menjadi lebih indah, rapi, dan mampu meningkatkan daya tarik wisata Kota Bengkulu,” ujarnya.
Selain melakukan penertiban pondok liar, Pemerintah Kota Bengkulu juga mulai mendorong pembangunan fasilitas pendukung wisata berupa gazebo yang lebih tertata. Pembangunan tersebut melibatkan partisipasi pihak eksternal, termasuk komunitas, organisasi, dan pelaku usaha yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan destinasi wisata.
Konsep penataan ini diharapkan mampu menghadirkan wajah baru kawasan Pantai Panjang dengan fasilitas yang lebih estetis dan ramah pengunjung. Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan dan ketertiban kawasan wisata agar tetap menjadi destinasi unggulan di Kota Bengkulu.
Dengan adanya tim penataan yang bekerja secara berkelanjutan, Pemerintah Kota Bengkulu optimistis kawasan Pantai Panjang dapat berkembang menjadi ikon wisata yang lebih modern, tertib, dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.(Red)
