berita realitapost

Penguatan Peran Perempuan Desa Marga Sakti lewat Sosialisasi dan Pelatihan Digital Marketing

14 Perempuan Pelaku Usaha Rumah Tangga Ikuti Pelatihan

banner 120x600

Desa Marga Sakti, Bengkulu Utara — Sebanyak 14 perempuan pelaku usaha rumah tangga mengikuti sosialisasi dan pelatihan digital marketing yang dilaksanakan oleh tim pengabdian Jurusan Sosiologi Universitas Bengkulu pada Sabtu, 13 Desember 2025, pukul 09.00–10.30 WIB. Kegiatan berlangsung di rumah Ketua Dusun 4, Bapak Darmanto, dengan format “learning by doing” yang memadukan paparan materi singkat, diskusi kelompok (FGD), serta praktik langsung pembuatan tautan WhatsApp/QR Code dan pembuatan konten promosi berbasis AI.

Kegiatan ini dirancang untuk menjawab temuan awal assessment yang menunjukkan rendahnya pemanfaatan pemasaran digital, tampilan visual produk yang kurang menarik, dan tingkat kepercayaan diri peserta yang masih terbatas dalam mempromosikan produk secara online. Intervensi berfokus pada peningkatan pemahaman dasar digital marketing (branding, segmentasi pasar, strategi konten) serta keterampilan teknis praktis yang dapat langsung diterapkan oleh pelaku UMKM di tingkat desa.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan registrasi dan pra-test untuk mengukur pemahaman awal peserta; dilanjutkan pemaparan materi oleh narasumber, post-test evaluatif, sesi FGD untuk mengidentifikasi potensi produk lokal, dan praktik langsung. Tim membagi peserta ke dalam enam kelompok kecil agar setiap individu mendapat pendampingan intensif selama praktik pembuatan WA link (wa.me) dan QR Code bisnis serta penerapan Gemini AI untuk memperbaiki tampilan foto dan menyusun deskripsi produk (copywriting). Akhir kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat dan pembagian hadiah, serta dokumentasi foto bersama.

Secara demografis, peserta yang terdaftar berjumlah 15 orang dengan 14 hadir pada hari pelaksanaan; rentang usia 23–60 tahun (dominasi kelompok usia 30-an dan 50-an). Profil usaha beragam: kerajinan bunga, penjual jamu, penjual sayur, penjual mie ayam, pengelola warung/kantin, penjual nasi tiwul, dan beberapa pelaku dagang online. Heterogenitas usia dan pengalaman digital ini menjadi alasan mengapa pendekatan pelatihan dibuat bertingkat dan berbentuk praktik tatap muka.

Hasil evaluasi singkat menunjukkan perubahan positif pada beberapa indikator proses. Dari pengamatan tim dan hasil posttest tercatat peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep dan manfaat digital marketing; sebagian besar peserta mampu membuat tautan WhatsApp dan QR Code secara mandiri; serta ada peningkatan rasa percaya diri untuk mencoba mempromosikan produk secara digital. Selain luaran nonfisik, kegiatan menghasilkan luaran fisik yang dapat langsung digunakan: tautan WA/QR Code masing-masing pelaku, contoh konten promosi (foto & deskripsi hasil pengolahan AI), dokumentasi kegiatan, serta sertifikat partisipasi.

Meski demikian, laporan pelaksanaan mencatat beberapa kendala yang perlu diperhatikan sebelum memperluas program serupa. Ketersediaan jaringan seluler dan kualitas internet di lokasi bersifat fluktuatif sehingga beberapa sesi praktik yang memerlukan koneksi daring menghadapi hambatan teknis; keterbatasan waktu (sesi berlangsung singkat) dan variasi tingkat literasi digital peserta juga membuat beberapa peserta membutuhkan pendampingan lebih intensif. Tim merekomendasikan mekanisme pendampingan lanjutan melalui grup WhatsApp komunitas dan sesi mentoring bertingkat untuk menjamin keberlanjutan praktik yang telah diajarkan.

Dari sisi tata kelola program, pembagian tugas tim pengabdian dinilai berjalan baik mulai dari koordinasi dengan Ketua Dusun, penyusunan matriks kegiatan, hingga dokumentasi lapangan namun, evaluasi internal menyoroti perlunya perbaikan manajemen waktu, kesiapan perangkat pendukung, dan pembagian peran pendamping agar peserta dengan literasi rendah mendapat perhatian lebih. Rekomendasi operasional mencakup penjadwalan pelatihan lanjutan, penyediaan modul hardcopy stepbystep (termasuk panduan penggunaan Gemini AI), serta upaya pelibatan pemangku kepentingan lokal untuk memperkuat jaringan pemasaran produk.

Secara strategis, program ini menempatkan perempuan desa sebagai aktor penting dalam upaya penguatan ekonomi lokal: selain transfer keterampilan teknis, intervensi menciptakan ruang berbagi pengalaman dan jejaring lokal yang diperlukan untuk keberlanjutan. Tim menyimpulkan bahwa pendekatan sosialisasi dipadu praktik langsung terbukti relevan untuk meningkatkan literasi digital dasar dan membangun komitmen awal penerapan pemasaran digital oleh pelaku UMKM Dusun 4 Desa Marga Sakti. Langkah selanjutnya yang direkomendasikan adalah monitoring berkala terhadap penerapan alat yang telah dibuat (WA link/QR, konten AI) serta pendataan dampak jangka menengah  misalnya perubahan volume pesanan atau cakupan pasar sebagai bahan evaluasi efektivitas program pengabdian.

Kontak untuk konfirmasi dan informasi lanjutan: Tim Pengabdian Jurusan Sosiologi Universitas Bengkulu (Ketua Kelompok: Selvia) dan Ketua Dusun 4, Bapak Darmanto. Dokumentasi lengkap dan laporan kegiatan tersedia sebagai bagian dari laporan akhir program.


Catatan: Artikel ini disusun berdasarkan laporan akhir kegiatan pengabdian masyarakat dan dokumentasi lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *