REALITAPOST.COM, BENGKULU – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-3 Badan Karantina Indonesia dan Hari Karantina ke-149 tidak dirayakan Balai Karantina Bengkulu dengan seremoni semata. Lembaga ini justru menggerakkan ekonomi rakyat secara langsung melalui bazar pangan murah dan pemberdayaan UMKM di Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, Senin (5/10).
Sebanyak 150 warga menjadi sasaran kegiatan yang digelar bersama Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu, Puskesmas Betungan, dan pelaku UMKM lokal. Selain layanan cek kesehatan gratis, warga bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sementara UMKM sekitar lokasi mendapat lapak dan perputaran ekonomi.
Kepala Balai Karantina Bengkulu, Betty Fajarwati, mengatakan kegiatan ini sejalan dengan tema HUT tahun ini “Dari Penjaga Gerbang ke Diplomasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas”. Menurutnya, peran karantina kini telah bergeser, tidak hanya menjaga pintu masuk negara dari hama dan penyakit, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi.
“Kami ingin peringatan Hari Karantina tidak berhenti pada seremoni, tetapi memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung masyarakat. Karantina juga diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan, menjaga keamanan hayati, serta membantu komoditas daerah memenuhi persyaratan negara tujuan,” kata Betty.
Dari sisi ekonomi, Betty menegaskan Karantina Bengkulu berperan sebagai fasilitator ekspor. Pihaknya mendampingi komoditas hewan, ikan, tumbuhan, dan produk turunannya agar memenuhi persyaratan karantina dan lolos standar negara tujuan. Untuk itu, Karantina Bengkulu menggandeng Kementerian UMKM dan Kementerian Desa untuk menggelorakan program Go Ekspor dari komoditas asli daerah.
“Kami juga menjadi fasilitator ekspor. Sertifikasi karantina menjadi bagian penting dalam memastikan komoditas yang dikirim telah memenuhi persyaratan kesehatan yang dipersyaratkan dalam perdagangan internasional,” ujarnya.
Tak hanya di sisi perdagangan, Karantina juga menyiapkan kegiatan berbasis keamanan hayati yang berdampak pada ekonomi lingkungan, seperti upaya menjaga Pulau Enggano dari ancaman jenis asing invasif melalui pembersihan eceng gondok dan penanaman pohon di kawasan Pulau Baai.
Camat Selebar, Ruslili, mengapresiasi langkah Karantina yang memilih Betungan sebagai lokasi. Menurutnya, kegiatan ini memangkas biaya dan waktu warga sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
“Kami mengapresiasi Balai Karantina Bengkulu yang memilih lokasi ini, sehingga dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat. Acara seperti ini juga membantu masyarakat karena kita didatangi langsung dan sangat menghemat waktu,” kata Ruslili.
