berita realitapost

Walikota Bakal Ambil Alih Pengangkutan Sampah Buntut Aksi Sopir Buang Sampah di Kantor Walikota

Bengkulu, Realitapost.com — Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi berjanji akan segera menyelesaikan masalah sampah warga kota. Janji ini diucapkan Dedy sebagai respon atas aksi pembuangan sampah di kantor Walikota dan DPRD Kota Bengkulu, Selasa (27/1) kemarin.

“Saya berjanji insya Allah masalah ini (sampah) akan segera selesai dan Kota Bengkulu akan menjadi bersih,” tegas Dedy diakhir unggahan videonya.

Tidak ada kejelasan yang langkah sistematis seperti apa yang akan dilakukan Dedy untuk menyelesaikan masalah sampah ini. Namun diawal video Dedy mengungkapkan bahwa ada wacana pemerintah untuk mengevaluasi kerjasama pengelolaan sampah dengan pihak swasta. Dimana ada wacana pemerintah mengambil alih pengangkutan sampah warga.

Diakui Dedy bahwa sejak aksi pembuangan sampah di kantor Walikota dirinya banyak menerima WA dan telpon dari warga. Sebagian besar dari mereka menyarankan agar pemerintah mengambil alih pengangkutan sampah ini tanpa melibatkan pihak swasta.

Seperti diketahui para pengangkut sampah ini bekerjasama dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) di Kelurahan untuk mengangkut sampah yang dibayar melalui iuran warga tiap bulannya.

“Bisa saja pemerintah mengambil alih pengangkutan sampah itu. Saya juga sedang mempertimbangkan hal itu. Jika memang hal ini yang terbaik maka pemerintah akan mengambil alih semua,” terangnya.

Namu Dedy mengatakan bahwa masalah ini harus disikapi dengan bijak. Apalagi ada penghidupan para supir pengangkut sampah tiap bulannya melalui iuran warga.

Namun jika para pengangkut sampah yang bekerjasama dengan LPM pada saat itu bisa menahan diri, maka Dedy menyakini aksi pembuangan sampah di kantor Walikota itu tidak akan terjadi.

Dedy mengatakan boleh saja para supir pengangkut sampah melakukan protes melalui demonstrasi. “Tapi ini sungguh di luar prediksi. Teman-teman supir pengangkut sampah melakukan protes dengan cara membuang sampah di kantor pemerintah. Sikap ini bukan saja sangat disayangkan tapi juga kurang santun,” tegasnya.

Diakui Dedy bahwa dirinya termasuk orang yang sangat rewel soal sampah. Ia terus berjuang agar sampah warga kota bisa terkelola dengan baik.

“Saat ini tak ada permasalahan tumpukan sampah di tengah kota. Permasalahan ada di pembuangan akhir yang saat ini tengah dalam proses pengerjaan,” terangnya.

Dedy juga mengajak kepada seluruh warga bersama-sama ikut berperan aktif dalam menangani masalah sampah ini. Caranya dengan melakukan pemilahan sampah organik dan onorganik.

“Sampah organi itu bisa diurai dan dibuat menjadi pupuk kompos. Jika dilakukan pemisahan maka akan mengurangi tumpukan sampah. Sedikit banyaknya jika dilakukan hal ini bisa sangat membantu,” pungkasnya.

Exit mobile version