REALITAPOST.COM, BENGKULU – Kekecewaan warga Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, terhadap operasional gudang PT Indomarco kembali mencuat. Salah seorang warga, Komaruddin, melayangkan protes keras karena menilai perusahaan tersebut selama bertahun-tahun tidak pernah memberdayakan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja bongkar muat barang.
Komaruddin yang juga sebagai Sekretaris Pimpinan Pekerja Kelurahan Betungan, mengungkapkan, sejak gudang Indomarco berdiri di wilayah tersebut, warga yang berada di sekitar perusahaan, khususnya di RT 3, RT 14, dan RT 26, nyaris tidak pernah dilibatkan dalam aktivitas bongkar muat.
“Kami hanya ingin masyarakat sekitar diberdayakan. Selama ini perusahaan berdiri di lingkungan kami, tetapi warga sekitar tidak pernah diberikan kesempatan bekerja sebagai tenaga bongkar muat,” ujarnya kepada wartawan.
Tak hanya itu, Komaruddin juga menyoroti adanya dugaan pemotongan upah bagi warga sekitar yang ingin bergabung sebagai pekerja bongkar muat. Menurutnya, warga diminta bersedia menerima pemotongan upah sebesar 30 hingga 40 persen.
Ia menilai kondisi tersebut sangat tidak adil, mengingat selama ini masyarakat telah mendukung keberadaan perusahaan dengan menjaga keamanan lingkungan sekitar. Bahkan, kata dia, terdapat warga yang mengizinkan lahannya digunakan untuk pembangunan saluran pembuangan demi mendukung operasional perusahaan.
“Selama ini masyarakat sudah memberikan rasa aman. Ada juga warga yang rela lahannya dipakai untuk saluran pembuangan perusahaan dengan komitmen yang telah dicapai kedua pihak. Tapi sampai sekarang komitmen tersebut tidak pernah dipenuhi, bahkan kami merasa tidak pernah mendapatkan perhatian yang layak,” katanya.
Komaruddin juga mengaku telah beberapa kali mengirimkan surat permohonan audiensi kepada pihak manajemen Indomarco. Namun, menurutnya, upaya tersebut belum membuahkan hasil karena pihak manajemen dinilai sulit ditemui dan lebih sering mendelegasikan pertemuan kepada bawahannya.
“Kami ingin bertemu langsung dengan pimpinan agar persoalan ini bisa dibahas secara terbuka, tetapi selama ini selalu dialihkan ke bawahan. Bila suara mereka tidak direspon juga maka kami dalam waktu dekat akan melakuan aksi di Indomarco,” tambahnya.
Indomarco Beri Klarifikasi
Menanggapi tuntutan tersebut, salah satu pimpinan manajemen Indomarco, Mugo, membantah tudingan bahwa perusahaan tidak melibatkan masyarakat sekitar.
Menurut Mugo, perusahaan telah memberikan kesempatan kepada warga sekitar untuk bekerja sebagai tenaga bongkar muat. Namun, mekanisme pengelolaan tenaga kerja bongkar muat sepenuhnya diserahkan kepada lembaga Perusahaan Bongkar Muat atau Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM).
“Jadi kalau soal itu kami sudah merespons dan tuntutannya sudah kami penuhi. Bahkan mereka datang sudah kami temui. Hanya saja saat itu saya sedang bertugas di luar kota sehingga saya delegasikan kepada bawahan saya,” ujar Mugo saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Ia menegaskan bahwa perusahaan tetap membuka komunikasi dengan masyarakat dan berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui dialog yang baik antara seluruh pihak terkait.
Hingga berita ini diterbitkan, persoalan mengenai mekanisme perekrutan tenaga kerja bongkar muat dan dugaan pemotongan upah masih menjadi perbedaan pandangan antara warga dan pihak pengelola, sehingga diharapkan dapat difasilitasi oleh instansi terkait agar ditemukan solusi yang adil bagi semua pihak.(Damar)
