Home โ€บ Bengkulu โ€บ Berkat Aspirasi Erna Sari Dewi, Desa Harapan Makmur Bangun TPS 3R Sulap Sampah Jadi PAD

Berkat Aspirasi Erna Sari Dewi, Desa Harapan Makmur Bangun TPS 3R Sulap Sampah Jadi PAD

Bengkulu Tengah, Realitapost.com — Kepedulian terhadap persoalan sampah di pedesaan mulai diwujudkan melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Desa Harapan Makmur, Kabupaten Bengkulu Tengah.

Pembangunan fasilitas pengolahan sampah tersebut merupakan hasil dana aspirasi Erna Sari Dewi (ESD), Anggota Komisi V DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Bengkulu, melalui kolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tahun anggaran 2026.

Saat meninjau langsung pembangunan TPS 3R, Sabtu (7/11/2026), Erna Sari Dewi mengatakan, program ini berangkat dari kepeduliannya terhadap persoalan sampah yang semakin sulit dikendalikan, termasuk di wilayah pedesaan.

Menurutnya, TPS 3R tidak hanya menjadi fasilitas untuk mengurangi volume sampah, tetapi juga harus mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat desa.

“Harapan kita, pembangunan TPS 3R ini bisa membantu mengurangi sampah yang ada di desa. Bahkan, kita ingin menjadikannya sebagai pilot project atau percontohan bagi desa-desa lainnya,” ujar Erna.

 

Ia menjelaskan, pengelolaan sampah ke depan harus diarahkan agar mampu menghasilkan pendapatan asli desa (PADes). Sampah organik, misalnya, dapat diolah menjadi pupuk kompos maupun maggot yang bisa dimanfaatkan sebagai pakan ikan.

Dengan begitu, persoalan sampah tidak hanya diselesaikan dari sisi lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Jadi, ini bukan hanya soal tempat pengolahan sampah. Kita juga berpikir bagaimana desa bisa mendapatkan pendapatan asli desa dari pengelolaan sampah tersebut. Bisa diolah menjadi kompos, maggot untuk pakan ikan, maupun produk lainnya,” jelasnya.

Erna menilai, di tengah kondisi dana desa yang semakin menuntut kreativitas dalam pemanfaatannya, pemerintah desa perlu mencari peluang baru untuk meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Ia juga mengapresiasi Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU yang melaksanakan pembangunan dengan target penyelesaian 80 hari kerja.

Erna berharap pengerjaan proyek tersebut berjalan sesuai perencanaan, baik dari sisi kualitas bangunan maupun ketepatan waktu penyelesaian.

“Kami berharap pembangunan ini benar-benar menjadi contoh bagi desa lainnya, terutama dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, membangun kehidupan yang bersih, dan menciptakan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik,” tambahnya.

Terkait pemilihan Desa Harapan Makmur sebagai lokasi pembangunan, Erna menyebut keputusan tersebut berdasarkan hasil verifikasi dan pertimbangan teknis, termasuk volume sampah yang dihasilkan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Bengkulu, Ir Fery Erawan ST MT, menjelaskan pembangunan TPS 3R tersebut menggunakan skema Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) tipe IV.

Melalui skema ini, masyarakat dilibatkan secara langsung mulai dari perencanaan, pelaksanaan pembangunan hingga nantinya pemeliharaan fasilitas.

“Ini sifatnya berbasis masyarakat. Jadi, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pemeliharaan nanti dikelola oleh masyarakat. Kami berharap fasilitas yang dibangun ini benar-benar dimanfaatkan dan dijaga keberlanjutannya,” jelas Fery.

Secara teknis, bangunan TPS 3R tersebut memiliki ukuran 10 x 20 meter dengan kapasitas pelayanan untuk satu kelurahan. Lahan pembangunan merupakan milik desa dan telah disiapkan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan.

Fery menyebutkan, pembangunan TPS 3R tersebut bersumber dari dana aspirasi Komisi V DPR RI tahun anggaran 2026 melalui kolaborasi Kementerian PU dengan Erna Sari Dewi.

“Untuk satu lokasi, anggaran pembangunannya rata-rata sekitar Rp600 juta. Kami berharap pembangunan ini tidak berhenti hanya pada tersedianya bangunan, tetapi juga diikuti pengelolaan yang baik oleh masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan berbasis masyarakat diharapkan menjadi stimulan bagi desa untuk mengembangkan pengelolaan sampah secara mandiri pada masa mendatang.

Terpisah, Kepala Desa Harapan Makmur, Tri Ekanasutri Santoso, menyambut baik pembangunan TPS 3R tersebut. Menurutnya, fasilitas ini memang sangat dibutuhkan karena selama ini penanganan sampah di desanya belum berjalan optimal.

Dengan jumlah sekitar 340 Kepala keluarga (KK), sebagian besar warga selama ini masih membuang sampah di belakang rumah masing-masing.

“Selama ini persoalan sampah di desa kami memang sangat membutuhkan penanganan. Pengelolaannya belum optimal, sehingga dengan adanya TPS 3R ini kami akan berupaya mengoptimalkannya,” ungkap Tri.

Ia memastikan, sumber daya manusia (SDM) untuk mengelola fasilitas tersebut telah tersedia. Nantinya, sampah akan dipilah dan diolah menjadi maggot, pupuk kompos, serta plastik yang dapat diproses melalui mesin pengepres.

“Kami sudah merencanakan pengolahan sampah menjadi maggot, kompos, serta pengepresan plastik. Harapannya, selain mengatasi sampah, kegiatan juga bisa menjadi sumber PAD Desa,” pungkasnya. (Damar)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *