Bengkulu, Realitapost.com — Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu memastikan pembangunan infrastruktur jalan di Provinsi Bengkulu mendapat tambahan dukungan anggaran signifikan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2026.
Hal tersebut disampaikan Kepala BPJN Bengkulu, Dr. Zepnat Kambu, ST, MT, dalam kegiatan launching paket pekerjaan IJD 2026 di Kelurahan Kandang Mas, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota Komisi V DPR RI Dapil Bengkulu dari Partai NasDem, Hj. Erna Sari Dewi, SE, MM, bersama jajaran BPJN dan Pemerintah Daerah Kota Bengkulu.
Dalam sambutannya, Zepnat Kambu tak segan mengapresiasi langsung perjuangan Erna Sari Dewi. Ia mengaku selama ini BPJN selalu kesulitan mendapatkan porsi anggaran maksimal dalam program IJD di pusat.
“Selama ini kami kesulitan memperjuangkan anggaran di pusat. Namun, sekarang ada putri terbaik Bengkulu yang bisa diajak berkomunikasi untuk memperjuangkan kebutuhan daerah,” ungkap Zepnat.
Terbukti, sejak tahun 2025 pagu anggaran IJD Bengkulu hanya sebesar Rp 134,3 miliar, kini melonjak menjadi Rp 283,4 miliar pada 2026. Naik lebih dari 2 kali lipat!
Zepnat menjelaskan, hingga saat ini sebanyak 17 paket pekerjaan telah berjalan, sementara 21 paket lainnya masih menunggu proses lebih lanjut. Jika seluruh usulan dan alokasi tambahan terealisasi, anggaran IJD Bengkulu berpotensi mendekati Rp800 miliar.
Pekerjaan fisik IJD tahun ini juga meningkat. BPJN Bengkulu sebelumnya melaksanakan 12 paket pekerjaan berdasarkan kontrak di 2025, sedangkan pada 2026 meningkat menjadi 17 paket.
Beberapa pekerjaan bahkan telah memasuki tahap awal pelaksanaan di Kabupaten Kepahiang dan Rejang Lebong. Selanjutnya, pembangunan akan dilaksanakan secara bertahap di wilayah lainnya.
Ia berharap program IJD ke depan turut memprioritaskan pembangunan jalan di kawasan perkotaan karena menjadi wajah Provinsi Bengkulu sekaligus mendukung mobilitas masyarakat.
“Jalan perkotaan adalah wajah Bengkulu. Kalau jalannya bagus, mobilitas lancar, ekonomi pun ikut bergerak,” pungkas Zepnat.
