berita realitapost

30 Menit ke Puskesmas Terlalu Jauh : Mobil Klinik TBIG Jadi Penyelamat Ibu Rumah Tangga di Jayapura

BENGKULU, REALTAIPOST.COM – Jumat pagi itu, di sela kelas during JFC On CSR Batch III bersama Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan dengan tema Akses layanan kesehatan inklusif untuk mewujudkan masyarakat yang maju dan sehat: Kisah Mobil Klinik, seorang ibu paruh baya penerima manfaat bercerita pelan tapi penuh harap.

Namanya Kasmawati, 56 tahun. Ibu rumah tangga beranak dua asal Jalan Bayangkara I, Jayapura, Papua. Suaminya sehari-hari berkebun. “Banyak yang periksa gratis waktu itu. Tensi, kolesterol, asam urat, gula darah, semua dicek. Dikasih sembako juga,” kenang Kasmawati, Jumat 26/6/2026.

Kegiatan yang ia maksud adalah layanan Mobil Klinik dari PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, TBIG. Ia ingat betul, kegiatan itu hanya satu kali, tepat 17 September 2025 silam, dilaksanakan di samping tower TBIG.

Layanan berpindah-pindah ke berbagai daerah di Indonesia, dan saat itu giliran warga asli Papua di sekitarnya yang jadi penerima manfaat.“Puskesmasnya 30 Menit, Pak”Bagi Kasmawati, satu kali periksa itu terasa sangat berarti. Alasannya sederhana tapi krusial: jarak.“Harapan saya semoga ke depan dirutinkan. Karena sangat bermanfaat. Apalagi lokasi puskesmas dengan pemukiman warga jauh, sampai 30 menit jalan,” ujarnya.

Selain layanan kesehatan, Kasmawati juga merasakan manfaat lain: jaringan telekomunikasi di sekitar tower jadi lebih lancar. “Bermanfaat buat warga,” katanya singkat.
Kisah Kasmawati ternyata mewakili pendekatan CSR TBIG yang ingin lebih dari sekadar kegiatan sosial. Arief Wibisono, Head of CSR Department TBIG, menjelaskan bahwa program kesehatan seperti Mobil Klinik masuk dalam pilar utama perusahaan.

“Pelaksanaan program CSR kami lihat dari pilar kesehatan. Ini bukan kegiatan sosial semata atau filantropi perusahaan. Tujuannya menciptakan nilai bersama antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah,” jelas Arief.

Ia menegaskan, TBIG tidak bermaksud mengambil alih tugas pemerintah. “Program CSR dari perusahaan ikut mendukung dan membantu beberapa program pemerintah,” tambahnya.

Secara keseluruhan, TBIG membagi program CSR ke dalam 4 pilar: Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, dan Budaya. Untuk pilar kesehatan, perusahaan tidak hanya menyasar penerima manfaat, tapi juga menggandeng pemerintah daerah.

Bagi Kasmawati, perjumpaannya dengan Mobil Klinik TBIG tahun lalu mungkin hanya sehari. Tapi dampaknya panjang: ia tahu kondisi kesehatannya, dapat bantuan sembako, dan yang paling penting, merasa diperhatikan.

Kini ia hanya punya satu permintaan: agar Mobil Klinik itu kembali lagi. Bukan setahun sekali, tapi lebih sering.Karena bagi warga Bayangkara I, 30 menit menuju puskesmas bukan sekadar jarak. Itu jarak antara sakit yang ditahan, dan pertolongan yang datang tepat waktu.

Exit mobile version