banner 728x250

Gubernur Helmi Hasan Teken Surat Status Gawat Darurat Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu

banner 120x600

Bengkulu, Realitapost.com — Terhitung siang hari ini (29/3) Gubernur Bengkulu Helmi Hasan telah menandatangani secara resmi surat status Gawat Darurat terhadap Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu untuk menjadi dasar atau acuan bagi Pelindo pusat segera melakukan langkah kongkrit pengerukan alur yang mengalami pendangkalan dalam beberapa hari terakhir akibat faktor cuaca.

Berdasarkan surat nomor : 500.10/108/Dishub/2025 tertanggal 29 Maret 2025 perihal tentang Penanganan Kondisi Kritis Alur Pelayaran Pelabuhan Pulau Baai yagn ditujukan kepada Menteri Perhubungan RI.

Pernyataan itu disampai Gubernur Helmi Hasan, usai melakukan peninjauan langsung di lokasi alur pelabuhan yang mengalami pendangkalan total bersama beberapa pejabat yakni Plt Sekdaprov Herwan Antoni, Kepala KSOP, GM Pelindo Regional 2 Bengkulu S Joko, Ketua Forkom Bengkulu Ir. Marwan Ramis, Anggota DPRD Kota Edi Haryanto, Ketua DPA INSAA Bengkulu Indarto.

Dijelaskan dia, akibat pendangkalan ini membuat puluhan kapal muatan barang dan orang tidak bisa melakukan aktivitas beberapa hari terakhir termasuk muatan minyak Pertamina yang mengangkut BBM bagi masyarakat. Sehingga Gubernur meminta pihak Pelindo pusat dapat segera melakukan pengerukan alur agar kapal-kapal yang beberapa hari ini tidak bisa beroprasi dapat segera beraktivitas.

“Jadi kalau sampai 2-3 hari tidak bisa dilakukan tindakan maka kita angkat tangan dengan masalah ini. Makanya dengan dasar surat yang sudah saya keluarkan dan saya juga sudah berkomunikasi dengan Pimpinan Pelindo Pusat pak Derajat untuk segera melakukan pengerukan secepatnya. Jangan sampai nanti mobiltias kapal muatan barang dan kebutuhan pokok terhambat. Jadi saya mohon doanya saja,” ujar Helmi Hasan.

Sementara itu, GM Pelindo Regional 2 Bengkulu S Joko, saat diwawancarai mengaku bahwa pihaknya masih akan berkoordinasi dengan pimpinan pusat terkait keputusan yang sudah diintruksikan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan.”Ya akan kita koordinasikan dulu ya. Harapan kami bisa segera terselesaikan,” katanya.

Disinggung soal apakah langkah pegnerukan ini bagian dari percepatan komitmen revitalisasi Pelindo dalam mengatasi masalah pendangkalan alur pelabuhan? Joko mengaku hal itu berbeda. Sebab persoalan pendangkalan yang terjadi saat ini bukan dari bagian dari program revitalisasi Pelindo dalam mengatasi pendangkalan alur pelabuhan.

“Jadi ini beda, yang jelas saat ini kita upayakan langkah cepat sebagai akibat dari kondisi cuaca yang terjadi belakangan ini. Sedangkan untuk revitalisasi itu baru akan dimulai pada awal april nanti,” bebernya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bengkulu Edi Haryanto, dengan singkat mengharapkan agar dengan intruksi yang telah diambil Gubernur Bengkulu Helmi Hasan saat ini pasca peninjauannya dapat ditindaklanjuti oleh Pelindo Bengkulu untuk segera melakukan pengerukan alur keluar masuk Pelabuhan Pulau Baai. Karena dampak pendangkalan alur ini membuat setidaknya 28 kapal tidak bisa mengakses jalur keluar masuk pelabuhan.

“Makanya kita menunggu aksi cepat dan nyata dari pihak Pelindo. Apalagi pak Gubernur telah mengeluarkan surat gawat darurat terhadap Pelabuhan Pulau Baai tersebut,” tegasnya.(Damar)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *