Bengkulu, Realitapost.com — Desa Marga Sakti, Bengkulu Utara mahasiswa/i Jurusan Sosiologi, Universitas Bengkulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat dusun 7, Desa Marga Sakti, Kecamatan Padang Jaya, Bengkulu Utara. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 13 Desember 2025 dan diikuti oleh 15 orang ibu-ibu PKK Dusun 7, Desa Marga Sakti. Penyuluhan ini mengangkat isu terkait upaya pencegahan penyebaran demam berdarah.
Sosialisasi dan praktik Jumantik atau dikenal sebagai Juru Pemantau Jentik dilakukan dengan tujuan mencegah penyebaran virus dengue peyebab demam berdarah. Pada umumnya virus ini dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti kemudian ditularkan kepada manusia melalui gigitannya. Wilayah Marga Sakti didominasi oleh tanaman kelapa sawit yang berpotensi memiliki cakupan genangan air yang cukup banyak dan kelembapan yang tinggi. Kondisi wilayah dinilai berpotensi menyebabkan nyamuk untuk berkembang biak. Sangat dikhawatirkan jika nyamuk yang berkembang adalah jenis Aedes Aegypti yang dapat menularkan penyakit.
Kepala Dusun 7, Bapak Adi Suseno menyambut baik kehadiran mahasiswa/I Sosiologi. Rangkaian acara diawali dengan pemaparan materi yang dilakukan oleh mahasiswa/I sosiologi kemudian dilanjutkan dengan pembentukan kader Jumantik (Juru Pemantau Jentik). Kader ini bertugas untuk melakukan pemantauan terhadap jentik nyamuk secara berkala dari rumah ke rumah, kemudian dilaporkan kepada pihak puskesmas untuk ditindak lanjuti,
Ibu-ibu PKK juga melakukan gerakan 3M yaitu menguras tempat-tempat yang berpotensi menjadi tempat penampungan air seperti bak mandi, tempat minum ternak dan pot bunga . kegiatan ini bertujuan untuk membasmi telur, jentik beserta larva nyamuk. Kemudian menutup rapat tempat penampungan air seperti drum atau tandon air agar nyamuk tidak bisa masuk dan bertelur. Kegiatan mengubur barang yang dinilai tidak terpakai bertujuan untuk menghindari perkembangbiakan sarang nyamuk.
Melalui pendekatan yang mengedepankan partisipasi masyarakat, diharapkan program ini dapat menciptakan sistem yang terintegrasi antara Warga, perangkat desa dan puskesmas agar dapat mengantisipasi penyebaran demam berdarah dengue (DBD), dengan terbentuknya kader Jumantik (Juru Pemantau Jentik) dan meningkatnya kesadaran masyarakat Dusun 7 dalam mengelola tindakan ini, Desa Marga Sakti diharapkan mampu menekankan angka penularan demam berdarah dengue (DBD) secara konsisten dan berkelanjutan.

















