berita realitapost

Semangat Kolaborasi Mahasiswa KKN Kemanusiaan UNIB di Padang Bantu Korban Banjir Sumatera

banner 120x600

Padang, Realitapost.com – Meski dibawah sengatan sinar matahari yang memancar dan jarak ratusan kilometer yang memisahkan Bumi Merah Putih dengan Ranah Minang tak menjadi penghalang bagi puluhan mahasiswa Universitas Bengkulu (UNIB) untuk menyalurkan bakti dalam membantu saudaranya yang terkena musibah banjir parah beberapa waktu silam.

Semangat tak pernah padam terus digalakkan puluhan mahasiswa KKN dengan menggelar gotong royong membersihkan puing-puing b kas lumpur banjir dibeberpa titik lokasi kegiatan pada, Minggu (21/1/2025).

​bagi para mahasiswa yang tergabung dalam KKN Tematik Kemanusiaan Pasca Bencana Alam UNIB ini wujud pengabdian tanpa batas untuk peduli terhadap korban bencana kemanusiaan.

Kegiatan tersebut ternyata, mahasiswa KKN Kemanusiaan Unib yang digelar Di Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, berkolaborasi dengan rekan sejawat dari Universitas Andalas (UNAND) serta warga setempat saling bahu membahu membersihkan material lumpur padat menggunakan alat seadanya.

​Kepada media, Risanti Sihombing, salah satu peserta KKN UNIB yang melaporkan langsung untuk Bengkulu Network, menggambarkan betapa kentalnya suasana solidaritas di lokasi. Fokus utama mereka adalah memulihkan akses vital warga.

“Minggu ini kami fokus melaksanakan gotong royong membersihkan sisa-sisa tanah, pasir, dan puing akibat banjir. Area yang kami bersihkan mulai dari trotoar Jalan Dr. Moh. Hatta hingga Jalan Irigasi,” ungkap Risanti dari lokasi kegiatan.

​Pantauan di lapangan menunjukkan material banjir sempat menutup badan jalan dan halaman rumah warga, yang tidak hanya mengganggu estetika namun juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.

​Kolaborasi Tanpa Batas

​Aksi kemanusiaan ini kian solid dengan hadirnya relawan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Berbekal cangkul, sekop, dan peralatan kebersihan lainnya, para relawan membaur bersama mahasiswa dan masyarakat. Sekat-sekat organisasi melebur demi satu tujuan: memulihkan kehidupan warga Cupak Tangah.

Pembersihan ini melibatkan banyak pihak. Ada relawan yang membawa peralatan lengkap. Kami bersama-sama menyingkirkan puing yang menutupi akses jalan dan rumah warga agar lingkungan kembali aman dan bersih,” tambah Risanti.

​Bagi mahasiswa UNIB, kegiatan ini bukan sekadar pemenuhan beban SKS. Ini adalah implementasi nyata dari tri dharma perguruan tinggi di bidang pengabdian masyarakat, sekaligus bentuk simpati lintas provinsi bagi saudara-saudara di Sumatera Barat yang terdampak bencana.

​Hingga berita ini diturunkan, tumpukan material yang sebelumnya menggunung perlahan mulai bersih. Warga setempat pun menyambut hangat kehadiran para “duta kemanusiaan” dari Bengkulu dan UNAND ini. Mereka membuktikan bahwa di saat bencana melanda, gotong royong adalah obat paling mujarab untuk bangkit kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *