Jakarta, Realitapost.com — Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Bengkulu, Yosia Yodan, melakukan kunjungan strategis ke Waron Hospital Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (7/1). Kunjungan ini merupakan langkah konkret dalam mengawal proses pembelajaran manajemen dan pelayanan kesehatan yang tengah didalami oleh dr. Hadianto Gunawan, M.A.R.S. (7/1/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari visi besar Yosia Yodan dalam merancang pengembangan Klinik Rawat Inap di Provinsi Bengkulu. Tujuannya adalah menghadirkan fasilitas kesehatan yang profesional, terstandar nasional, dan berorientasi penuh pada kebutuhan masyarakat di masa depan.
Dalam kunjungannya, Yosia Yodan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Shauqi Perdana, Owner Waron Hospital Surabaya, atas keterbukaan dalam berbagi praktik terbaik (best practices) pengelolaan rumah sakit modern.
“Pembelajaran langsung seperti ini sangat penting agar setiap proses pengembangan fasilitas kesehatan di daerah dapat dirancang secara matang, berbasis pengalaman nyata, dan sesuai dengan standar pelayanan kesehatan yang berkualitas,” ujar Yosia Yodan.
Selain fokus pada aspek manajemen kesehatan, kunjungan ini juga mempererat hubungan antara BPD HIPMI Bengkulu dan BPD HIPMI Jawa Timur. Yosia menyampaikan terima kasih atas dukungan solid dari jajaran pengurus HIPMI Jatim, di antaranya:
- Ahmad Salim Assegaf (Ketua Umum BPD HIPMI Jatim)
- dr. Edra Brahmantya Susilo (Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Jatim)
- Ardhi Fahyudi (Ketua Bidang ESDM, Lingkungan Hidup, dan Kehutanan BPD HIPMI Jatim)
Menurut Yosia, kolaborasi lintas daerah ini merupakan kekuatan utama HIPMI dalam mendorong lahirnya inisiatif strategis di berbagai sektor, termasuk kesehatan. Hal ini diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan percepatan pembangunan di daerah.
Rencana pembangunan Klinik Rawat Inap ini diharapkan tidak hanya menjadi unit bisnis baru, tetapi juga menjadi solusi bagi peningkatan aksesibilitas layanan kesehatan yang mumpuni bagi warga Bengkulu. Dengan mengadopsi sistem manajemen dari institusi yang sudah mapan seperti Waron Hospital, proyek ini diharapkan mampu menetapkan standar baru bagi fasilitas kesehatan swasta di Bengkulu.

















