REALITAPOST.COM, BENGKULU — Selama ini Pemerintah Daerah mayoritas menggantungkan keberlangsugan roda pemerintahan dengan pembagian dana transfer pusat ke daerah. Hanya saja seiring perubahan kebijakan dari pemerintah pusat terkait kondisi keuangan baik secara nasional dan internasional yang semakin hari semakin tidak bisa diprediksi. Maka sekarang kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat mengurangi dana transfernya ke pemerintah daerah makin rasakan berat dijalankan.
Oleh karena itulah, menurut penilaian Anggota Pansus Pendapatan Asli Daerah (PAD), Rina Sulastri, S.Sos. M.I.Kom, mendesak kepada pemerintah kota bengkulu untuk mulai mengoptimalkan potensi PAD dari sektor pajak layanan jasa yang telah diatur dalam Perda.”Kita akui tidak ada sumber daya alam yang melimpah di Kota Bengkulu selain dari sektor pajak. Maka dari itulah kita minta Kepala Bapenda Kota Bengkulu dapat benar-benar maksimal meningkatkan kinerjanya agar capaian target yang ditetapkan bisa tercapai,” ujar politisi Perindo, Selasa (24/2/2026).
Menurut Rina, kebijakan efisiensi anggaran yang sering dilakukan oleh pemerintah pusat harus dijadikan momentum bagi daerah untuk berbenah dan memperkuat kemandirian fiskal. Salah satu kunci utama, kata dia, terletak pada optimalisasi PAD melalui peran aktif Dinas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bengkulu.
“Ketergantungan terhadap dana transfer pusat tidak bisa terus dipertahankan. Kita harus mulai menjawab tantangan, andai suatu saat terjadi kondisi terburuk, Pemkot Bengkulu tetap bisa survive menjalankan roda pemerintahannya,” terangnya.
Ditegaskannya, jawaban atas pertanyaan tersebut sangat bergantung pada keseriusan pemerintah daerah dalam menggali dan mengoptimalkan potensi PAD, khususnya dari sektor pajak daerah. Menurutnya, sektor pajak sejatinya memiliki potensi besar jika dikelola secara profesional, transparan, dan berbasis data yang a
“Pajak daerah itu sumber yang nyata dan berkelanjutan. Jika Bapenda mampu memaksimalkan pendataan, pengumpulan, serta meningkatkan kesadaran wajib pajak, maka pemerintah daerah akan memiliki ruang fiskal yang lebih luas untuk membangun dan memajukan Kota Bengkulu,” jelasnya.
Rina juga mendorong hadirnya inovasi dan digitalisasi sistem perpajakan daerah guna meminimalisir kebocoran serta meningkatkan efektivitas penerimaan. Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah berbasis teknologi.(Damar)

















