berita realitapost

Buka FGD Revisi RTRW dan KLHS, Walikota Bengkulu Tekankan Penyesuaian Kota Dinamis

banner 120x600

REALITAPOST.COM, BENGKULU – Kota Bengkulu harus terus bergerak maju melalui penataan ruang yang dinamis, adaptif, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat. Hal ini ditegaskan oleh Penjabat Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) 1 Penyusunan Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Kota Bengkulu yang digelar pada Senin pagi (31/8/2026).

Dalam sambutannya, Dedy menyampaikan bahwa revisi tata ruang mutlak dilakukan sebagai tindak lanjut atas perkembangan kota yang pesat. Menurutnya, kota yang dinamis membutuhkan penyesuaian regulasi agar gerak pembangunan tidak terhambat.

Salah satu poin krusial yang disorot adalah evaluasi terhadap Peraturan Daerah (Perda) terkait alokasi lahan pelabuhan. Dedy menilai luasan lahan pelabuhan saat ini, yang mencapai belasan ribu hektar, terlalu besar dan tidak efisien.

Oleh karena itu, pemerintah berencana mengalihfungsikan sebagian wilayah tersebut, termasuk mengalokasikan sekitar 600 hektar untuk dikembangkan menjadi kawasan industri baru.

Selain restrukturisasi kawasan pelabuhan dan industri, Dedy juga menyoroti persoalan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang selama ini berada di atas tanah milik masyarakat. Kondisi ini dinilai merugikan karena membuat warga tidak dapat mendirikan bangunan dan menghambat hak-hak keperdataan mereka.

“Perlu ada penyesuaian zonasi agar regulasi ini justru menghidupkan dan menggerakkan ekonomi masyarakat, bukan malah membebani mereka,” ujar Dedy di hadapan peserta forum.

Ia mencontohkan, penataan ulang ini nantinya juga akan mengatur kepastian zonasi bagi pembangunan kawasan perumahan.Dedy pun meminta partisipasi aktif dari seluruh peserta FGD 1 agar memberikan masukan yang konstruktif.

Dokumen hasil pertemuan ini nantinya akan ditindaklanjuti pada FGD 2 sebelum akhirnya dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu untuk disahkan menjadi regulasi resmi.

Dalam kesempatan yang sama, Dedy memaparkan visi strategisnya mengenai posisi Kota Bengkulu yang dikelilingi oleh daerah penyangga. Ia mendorong penguatan kerja sama regional melalui konsep “Segitiga Emas” yang menghubungkan Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), Kabupaten Seluma, dan Kota Bengkulu.

Sebagai contoh nyata, Dedy menyebut pembangunan Kawasan Merah Putih di Kota Bengkulu yang telah mendapatkan dampak multiplier ekonomi bagi daerah-daerah penyangga di sekitarnya.

Kegiatan FGD yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Bengkulu yang diwakili oleh Syamsu Ihwan, Kapolresta Bengkulu, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh Kepala Kelurahan se-Kota Bengkulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *