REALITAPOST.COM, BENGKULU – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III Bengkulu Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub kembali menegaskan komitmennya dalam menekan angka kecelakaan di jalan raya. Melalui program rutin Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD) yang digelar dalam rangka menyambut Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026, BPTD memusatkan edukasi bagi ratusan pelajar di Terminal Tipe A (TTA) Air Sebakul, Selasa pagi (15/9/2026).
Kepala BPTD Kelas III Bengkulu, Dinda, menjelaskan bahwa SALUD merupakan program berkelanjutan yang sengaja diintegrasikan dengan momentum Harhubnas, di mana puncak peringatannya akan diperingati melalui upacara bendera pada 17 September mendatang.

Pada pelaksanaan tahun ini, kegiatan SALUD melibatkan 150 pelajar yang merupakan perwakilan dari 5 sekolah di Kota Bengkulu, yaitu SMPIT Iqra, SMPN 1, SMPN 2, SMPN 4, dan SMP Sint Carolus. Uniknya, acara ini tidak hanya fokus pada edukasi formal, tetapi juga ikut menggerakkan ekonomi lokal dengan melibatkan para pelaku UMKM yang menjajakan aneka produk makanan, minuman, hingga kerajinan tangan.
“Kami selalu mengkampanyekan keselamatan yang dimulai sejak usia dini. Kebetulan sasaran sosialisasi saat ini adalah pelajar tingkat SMP yang akan menginjak usia SMA. Di usia transisi ini, mereka biasanya sedang senang-senangnya mengendarai kendaraan bermotor bahkan rentan terjebak aksi balapan liar. Karena itu, penting bagi kami untuk mengedukasi mereka agar tahu cara menjaga diri sendiri dan orang lain di jalan raya,” ujar Dinda saat diwawancarai di lokasi acara.

Dinda menambahkan, rangkaian acara SALUD ini dikemas secara komprehensif. Selain menghadirkan pemateri berkompeten dari Dirlantas Polda Bengkulu, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Dinas Perhubungan, para siswa juga diajak aktif berpartisipasi. Pada sesi pra-acara, para pelajar ditantang mengikuti lomba penyuluhan keselamatan lalu lintas serta berkompetisi membuat konten kreatif seputar keselamatan jalan raya.
Keterlibatan BNN sengaja dihadirkan karena pihak BPTD menyadari bahwa usia remaja sangat rentan terhadap isu kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba. Dinda pun menggarisbawahi bahwa tingginya angka kecelakaan lalu lintas saat ini tidak bisa diselesaikan oleh satu instansi saja.
“Melihat angka kecelakaan lalu lintas saat ini sangat tinggi, butuh kerja sama dari semua pihak. Tidak hanya pihak perhubungan darat, tetapi seluruh stakeholder, sekolah, hingga orang tua harus ikut berperan aktif dalam mensosialisasikan, mengedukasi, dan berkoordinasi akan pentingnya keselamatan berlalu lintas,” pungkas Dinda.

