HomeHeadline › Pemkot Bengkulu Gelar FGD Forkopimda, Petakan Mitigasi Bencana Majemuk dan Krisis Air Bersih

Pemkot Bengkulu Gelar FGD Forkopimda, Petakan Mitigasi Bencana Majemuk dan Krisis Air Bersih

REALITAPOST.COM, BENGKULU – Pemerintah Kota Bengkulu menggelar rapat Focus Group Discussion (FGD) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna merespon dinamika cuaca ekstrem dan potensi deretan bencana alam di wilayah Kota Bengkulu. Pertemuan bertema “Sinergi Lintas Sektor dalam Upaya Penguatan Mitigasi Risiko Dampak Bencana di Wilayah Kota Bengkulu” ini dilangsungkan di Grage Hotel Bengkulu, Senin (14/9/2026).

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda lengkap, mulai dari Ketua DPRD Kota Bengkulu, Kapolresta Bengkulu, Dandim 0407/Bengkulu, Kepala Kejaksaan Negeri, Kepala Pengadilan Negeri, Pj Sekda, para Asisten, Staf Ahli, Kepala Dinas, hingga seluruh camat dan lurah se-Kota Bengkulu.

Dalam arahannya, Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menekankan pentingnya respon cepat dan kekompakan seluruh instansi pemerintah serta aparat keamanan dalam memetakan dan mengatasi dampak fenomena iklim belakangan ini.

“Ini merespon tentang kejadian terakhir. Yang pertama karhutla (kebakaran hutan dan lahan), yang kedua erupsi Anak Krakatau, yang ketiga kemarau ini belum menampakkan tanda-tanda akan hujan dan sudah beberapa lokasi yang kekeringan,” tegas Dedy di hadapan peserta FGD.

Salah satu persoalan utama yang disoroti adalah krisis air bersih yang mulai melanda masyarakat. Kecamatan Muara Bangkahulu menjadi salah satu area terdampak serius akibat penurunan debit air sungai yang menyulitkan operasional jaringan PDAM, ditambah mengeringnya sumur-sumur dangkal milik warga perumahan.Menyikapi hal tersebut, Dedy menginstruksikan Perumda Tirta Hidayah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu untuk bersiaga 24 jam dalam mendistribusikan air bersih secara berkala.

“Apa respon kita dari Pemerintah Kota Bengkulu? PDAM saya minta untuk siaga, untuk standby. Bilamana memang kurang tangki, BPBD punya tangki untuk membantu menyuplai air. Jangan sampai masyarakat nanti sudah viral baru sampai,” imbau Dedy dengan nada tegas.

Selain krisis air, ancaman Karhutla dan kebakaran pemukiman juga menjadi perhatian serius. Insiden kebakaran lahan seluas hampir satu hektar di kawasan Bentiring serta kebakaran di beberapa fasilitas umum menjadi peringatan keras bagi jajaran pemerintahan.

Walikota pun meminta para lurah dan camat untuk terus memantau wilayahnya dan aktif mengimbau warga agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun pembukaan lahan secara sembarangan selama musim kemarau.

“Kepada Bapak Camat, Lurah di sini, tolong sering-sering di grup RT ingatkan. Tolong kita semua waspada, jangan ada yang membakar lahan ataupun kalau bakar sampah tolong hati-hati. Jangan bosan-bosan Bapak/Ibu Lurah, Bapak Camat, tolong dipastikan betul warga kita ditingkatkan kewaspadaannya,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *